“Kami membutuhkan Desa Pangauban bukan hanya untuk pembangunan di sini, tapi untuk memberikan contoh,” kata Putri sang wakil bupati nyentrik.
Contoh yang mana?
- Contoh komitmen?
- Contoh inovasi?
- Atau contoh formula mendadak rapi menjelang audit provinsi?
Penghargaan desa memang penting. Pembinaan desa memang perlu. Namun kerapian kilat 72 jam tidak sama dengan kinerja berkelanjutan.
Hari ini desa tampil menawan, besok setelah tim pulang, pot bunga pinjaman kembali ke rumah RW, banner dicabut, dan got kembali bekerja sendiri tanpa supervisi lomba.
Desa Pangauban bersinar sementara. Dan seperti kompetisi birokrasi lainnya, kemasan tetap lebih dulu tampil daripada substansi.
Kita tunggu saja akankah Desa Pangauban jadi juara Sri Baduga atau sekadar juara dekorasi dadakan.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










