Kamis, 4 Juni 2026

KKN Gradasi 2025: Inovasi Gotong Royong Akademisi untuk Membangun Desa Garut dari Akar Rumput

Photo Author
Makmur Suradi, Locusonline.co
- Jumat, 9 Januari 2026 | 14:48 WIB


[Locusonline.co] GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menutup secara resmi kegiatan Program Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN Gradasi) 2025, Kamis (8/1/2026) di Gedung Pendopo Kabupaten Garut. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan peran vital mahasiswa sebagai katalisator pembangunan yang dapat mempercepat pemerataan kemajuan, terutama di tingkat desa.





Mengibaratkan kondisi Garut yang masih tertinggal, Abdusy Syakur Amin menyatakan bahwa percepatan pembangunan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. "Kita pada kondisi yang masih tertinggal. Jadi kalau mobil maju mah kita tertinggal jauh, tidak ada pilihan lain kita harus meningkatkan kecepatan," ujarnya. Ia menegaskan bahwa jantung dari pembangunan sejati terletak di desa, dan untuk memajukannya, diperlukan keunggulan intelektual. "Desa harus kita dorong, harus kita majukan. Dan siapa yang hebat? Di otak saya yang hebat itu adalah orang-orang yang memiliki pendidikan lebih dari orang lain," tegasnya.





Durasi Panjang, Dampak Nyata: KKN Model Baru di Garut





Program KKN Gradasi 2025 membawa pendekatan baru dengan menempatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di 25 desa selama empat hingga enam bulan, lebih lama dari KKN reguler yang biasanya satu hingga dua bulan. Koordinator KKN Gradasi, Gugun Geusan Akbar, menjelaskan, durasi yang lebih panjang ini terbukti memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan masyarakat dan menghasilkan dampak yang lebih berkelanjutan.





"Mereka sangat merasakan manfaatnya, dan manfaat juga dirasakan oleh masyarakat desa dan aparatur desa. Sehingga kemudian mudah-mudahan ini sesuai dengan tagline-nya, KKN Gradasi ini berdampak kepada desa," kata Gugun. Meski demikian, ia memberikan catatan penting terkait perlunya peningkatan koordinasi yang lebih setara antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, bukan hanya dari sisi pendanaan namun juga kontribusi pemikiran dan perencanaan program.





Kolaborasi Lintas Kampus: Kisah Sukses di Desa Pangauban





Keberhasilan nyata dari model KKN ini ditunjukkan oleh Kelompok 10 yang bertugas di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan. Dipimpin oleh Furqon dari Institut Teknologi Garut (ITG), tim yang terdiri dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Garut ini berhasil mengimplementasikan serangkaian program multidisiplin.





Selama empat bulan, mereka mengadakan pelatihan kepemimpinan, etika pelayanan publik, administrasi desa, serta pelatihan digital marketing untuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Tidak hanya itu, mereka juga aktif dalam edukasi kesehatan masyarakat.





Prestasi puncak mereka adalah membantu Desa Pangauban meraih juara pada Lomba Desa Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat, yang menghadirkan hadiah sebesar sembilan miliar rupiah bagi desa. "Dan yang paling gong adalah kami membantu Desa Pangauban menjadi Juara di Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat," cerita Furqon dengan bangga. Tim mereka juga sukses membantu penyelenggaraan dan kemenangan desa dalam acara tingkat kabupaten.


Halaman:

Editor: Makmur Suradi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X