Kamis, 4 Juni 2026

Dari 'Raja Baru' Jadi Anak Hilang: Mampukah Keajaiban GOTO Kuartal III Selamatkan Saham yang Terkapar?

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Selasa, 9 Desember 2025 | 20:00 WIB


Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ditutup di Rp71, naik 1.43% pada perdagangan hari ini, 9 Desember 2025. Namun, di balik kenaikan kecil ini, tersimpan ironi pahit: di saat perusahaan merayakan laba sebelum pajak pertamanya, valuasi sahamnya telah terkikis jauh dari masa kejayaan IPO. Saham yang pernah menggantungkan harga saham teratas di Rp346 kini hanya bertengger di sekitar Rp71, dengan kapitalisasi pasar yang jauh menyusut. Apakah ini titik balik yang sesungguhnya, atau sekadar jeda sebelum jatuh lebih dalam?





Analisis mendalam terhadap laporan kuartal III 2025 dan perjalanan panjang GOTO mengungkap sebuah narasi yang penuh kontradiksi: perusahaan yang kinerja operasionalnya sedang membaik drastis, namun dibayangi oleh luka lama dan tantangan fundamental yang masih membelit.





Kilas Balik Pahit: Dari Puncak IPO ke Lembah Penyesalan





Untuk memahami konteks harga GOTO hari ini, kita harus mundur ke puncak euforianya. Pada April 2022, GOTO melakukan IPO dengan harga penawaran Rp316-346 per saham, mencetak rekor sebagai salah satu IPO terbesar di Indonesia dengan valuasi awal mencapai $28.8 miliar. Namun, jalan sejak itu terjal. Tekanan jual besar-besaran dari pemegang saham pra-IPO setelah periode lock-up berakhir memicu kehancuran harga. Dalam waktu kurang dari setahun, valuasi perusahaan disebut-sebut merosot hampir 70% dari puncaknya.





Hingga hari ini, saham GOTO masih berjuang di level yang sangat rendah, dengan rentang 52 minggu terendah di Rp53 dan tertinggi di Rp89. Artinya, meski ada kenaikan dari titik terendah, harga saat ini masih berada sangat jauh dari harga IPO, mencerminkan hilangnya kepercayaan pasar yang dalam dan proses penyesuaian valuasi yang masih berlangsung.





Sisi Terang: Terobosan Bersejarah Kuartal III 2025





Di tengah bayang-bayang masa lalu yang suram, laporan kuartal III 2025 GOTO hadir bagai secercah cahaya yang terang. Perusahaan akhirnya mencatatkan laba sebelum pajak yang disesuaikan (adjusted EBIT) untuk pertama kalinya, sebesar Rp62 miliar. Ini adalah tonggak sejarah yang membalikkan kerugian di periode yang sama tahun sebelumnya.





Pencapaian ini bukanlah kebetulan, tetapi didorong oleh momentum pertumbuhan dan efisiensi yang kuat di seluruh lini bisnis:






  • Pertumbuhan Pendapatan & Efisiensi Operasional: Pendapatan bersih Grup naik 21% (year-on-year/YoY) menjadi Rp4.7 triliun. Di saat yang sama, perusahaan menunjukkan disiplin fiskal dengan menekan beban usaha, yang menghasilkan lompatan luar biasa pada EBITDA yang disesuaikan sebesar 239% YoY menjadi Rp516 miliar.




  • Fintech Sebagai Mesin Pertumbuhan Utama: Segmen Financial Technology (GoPay, dll.) menjadi bintang. Pendapatan bersihnya melonjak 55% YoY didorong oleh bisnis pinjaman, dengan nilai buku pinjaman konsumen membengkak 76% menjadi Rp7.6 triliun. GoPay juga mencatat rekor lebih dari 500 juta transaksi dalam sebulan.




  • On-Demand Services yang Semakin Profitabel: Segmen yang menaungi Gojek juga mencetak rekor, dengan EBITDA yang disesuaikan naik 115% YoY menjadi Rp336 miliar, didorong oleh layanan premium dan efisiensi.





Dengan kinerja yang solid, manajemen pun meningkatkan panduan kinerja (guidance) EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2025, dari sebelumnya Rp1.4-1.6 triliun menjadi Rp1.8-1.9 triliun. Ini adalah sinyal kepercayaan diri yang kuat terhadap kelanjutan momentum.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X