Bisnis

IHSG Ditutup Menguat 0,46%, Pasar Tunggu Sinyal BI dan Momentum Akhir Tahun

rakyatdemokrasi
×

IHSG Ditutup Menguat 0,46%, Pasar Tunggu Sinyal BI dan Momentum Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini
IHSG Ditutup Menguat 0,46%, Pasar Tunggu Sinyal BI dan Momentum Akhir Tahun locusonline featured image

[Locusonline.co, JAKARTA] — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Jumat, 13 Desember 2024, ditutup di level 8.660,50, setelah naik 40,02 poin atau 0,46%. Penguatan terjadi di tengah sikap wait and see pelaku pasar yang menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pekan depan dan prospek aliran dana asing.

Analis menilai penguatan IHSG hari ini didukung oleh meredanya tekanan global pasca keputusan The Federal Reserve (The Fed) AS yang memangkas suku bunga. “Aliran dana asing mulai masuk ke Bursa,” ujar Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa.

tempat.co

Analisis Pergerakan dan Faktor Pendukung

Reydi menjelaskan, meski sempat mengalami tekanan akibat sikap investor yang dianggap telah memasukkan faktor rate cut The Fed ke dalam harga (priced in), IHSG akhirnya terapresiasi. Kekuatan hari ini datang dari inflow modal asing yang kembali masuk ke pasar modal Indonesia.

Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati dengan fokus pada beberapa faktor kunci:

  1. Kebijakan BI: Pelaku pasar menanti hasil RDG BI pekan depan untuk melihat arah suku bunga acuan.
  2. Momentum Akhir Tahun: Fenomena window dressing—di mana manajer portofolio melakukan penyesuaian portofolio di akhir tahun—bisa menggerakkan pasar.
  3. Konsistensi Aliran Dana: Pasar mengamati apakah inflow asing dapat berkelanjutan untuk menopang IHSG.
  4. Kinerja Emiten: Pelaku pasar juga mencermati laporan kinerja akhir tahun dari perusahaan-perusahaan tercatat.

Pergerakan Sektoral dan Saham-saham Pendorong

Secara sektoral, penguatan IHSG dipimpin oleh enam sektor yang mengalami kenaikan:

  • Sektor Barang Baku: +5,58% (penguat terbesar)
  • Sektor Energi: +1,18%
  • Sektor Properti: +1,05%

Sementara itu, tiga sektor mengalami pelemahan:

  • Sektor Teknologi: -1,75% (pelemah terdalam)
  • Sektor Barang Konsumen Non-Primer: -1,10%
  • Sektor Infrastruktur: -0,99%

Data Teknis dan Perbandingan Regional

Aktivitas perdagangan hari ini tercatat sebanyak 2.984.503 kali transaksi dengan volume 52,12 miliar lembar saham senilai Rp29,84 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 275 saham menguat, 377 saham melemah, dan 148 saham stagnan.

Di kawasan Asia, bursa saham regional juga ditutup menguat pada Jumat sore, mencerminkan sentimen positif secara umum:

  • Indeks Nikkei 225 (Jepang): +1,44% ke 50.870,00
  • Indeks Hang Seng (Hong Kong): +1,75% ke 25.976,79
  • Indeks Shanghai (Tiongkok): +0,41% ke 3.889,35
  • Indeks Straits Times (Singapura): +1,36% ke 4.582,42

Prospek dan Tantangan Ke Depan

Pengamat pasar menyebut bahwa meski penguatan terjadi, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. Kunci pergerakan IHSG ke depan akan sangat ditentukan oleh:

  • Keputusan suku bunga BI yang akan mempengaruhi daya tarik aset finansial Indonesia.
  • Konsistensi aliran modal asing (foreign net buy) yang menjadi penopang likuiditas.
  • Sentimen global, khususnya dari kebijakan bank sentral AS dan perkembangan ekonomi dunia.

Dengan momentum akhir tahun dan harapan terhadap kinerja emiten, IHSG berpeluang untuk melanjutkan penguatan, meskipun tetap akan diwarnai dengan volatilitas seiring dengan pengumuman data ekonomi dan kebijakan. (**)

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow