Kamis, 4 Juni 2026

"Pagi Masih Sehat, Di Sekolah Ditabrak Mobil": Mimpi Buruk Rangkaian Kegagalan di Balik 'Lambang Bantuan'

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Jumat, 12 Desember 2025 | 18:44 WIB
foto:ANT
foto:ANT


[Locusonline.co, JAKARTA] – Sebuah mobil putih dengan logo Makan Bergizi Gratis (MBG) kini terparkir hancur di halaman SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing. Bukan sebagai simbol harapan, ia telah menjelma menjadi artefak kelalaian yang mengoyak pagi ratusan siswa. Kecelakaan yang disebut-sebut sebagai “insiden tunggal” ini, setelah ditelusuri, ternyata menyimpan benang merah kelam tentang sistem dan pengawasan yang rapuh.





"Pagi ini anak saya masih sehat, di sekolah ditabrak mobil," ungkap Elis, orang tua murid, yang menggambarkan kedahsyatan pagi Kamis (11/12) itu. Kata-katanya mengkristalkan betapa ruang belajar yang dianggap aman, tiba-tiba berubah menjadi arena horor.





Kronologi 90 Detik yang Menggetarkan





Rekaman CCTV sekolah membeberkan kronologi yang mencekam dalam durasi yang singkat namun traumatis.






  1. Detik 0-15: Mobil Gran Max putih mendekati gerbang pagar biru SDN Kalibaru 01. Saat itu, puluhan siswa sedang berbaris di lapangan untuk kegiatan pagi.




  2. Detik 16-30: Tanpa perlambatan berarti, mobil menghantam dan merobohkan pagar sekolah. Seorang guru yang berdiri di dekat gerbang langsung menjadi korban pertama.




  3. Detik 31-60: Kendaraan terus melaju tak terkendali ke arah kerumunan siswa. Beberapa anak tertabrak, yang lain berhamburan panik. Ada siswa yang bahkan tersangkut di kolong mobil.




  4. Detik 61-90: Mobil baru berhenti setelah membentur dinding pembatas lapangan. Suasana histeris memenuhi area sekolah.





Polisi dengan cepat bergerak. Dari keterangan awal sopir, AI (34), yang menyalahkan rem "tidak pakem" dan kondisi jalan menanjak, penyelidikan menemukan narasi yang berbeda.





Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol. Erick Frendriz, menyatakan bahwa "kendaraan dalam kondisi layak pakai" dan "tidak ada gangguan teknis". Hasil tes urine dan alkohol sopir juga negatif. Titik terang justru datang dari pola tidur AI.





Fakta Kunci: Pola Tidur yang Mematikan






  • Waktu Tidur: AI baru tidur sekitar pukul 04.00 WIB.




  • Waktu Berangkat: Ia sudah berangkat kerja dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pukul 05.30 WIB.




  • Durasi Istirahat: Hanya 1,5 jam.





“Sehingga waktu istirahatnya kurang. Itulah mungkin yang menjadi bahan bagi kita, bahwa pada saat terjadinya kejadian tersebut, tersangka dalam kondisi yang tidak layak untuk mengendarai kendaraan,” tegas Erick Frendriz. Motifnya diduga kuat adalah kelelahan dan kurang tidur yang berujung pada kelalaian fatal: menginjak pedal gas alih-alih rem.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X