Baca Juga : Modus Korupsi Ala Pejabat Bandung Ngatur Paket Proyek Kayak Playlist Spotify
Proses seleksi sendiri berlangsung panjang. Dari 150 inovasi yang terkumpul, disaring menjadi 50, lalu diciutkan lagi menjadi 15 inovator final. Mirip audisi bakat, tapi dengan risiko rencana inovasi tiba-tiba dibajak OPD lain atau hilang bersama anggaran perubahan.
Para inovator dibagi menjadi tiga kategori Pelayanan Publik dan Tata Kelola, Kesejahteraan Masyarakat, serta Rekayasa Teknologi. Tim penilai berasal dari akademisi dengan harapan bisa menilai objektif, meski beberapa peserta berharap setidaknya ada juri komedian untuk menilai kreativitas tingkat absurd.
Hasil penilaian akan dibawa ke Bupati dan Sekda. Puncaknya adalah penganugerahan 17 Desember 2025, momen yang ditunggu-tunggu ASN yang berharap inovasinya tidak hanya berakhir sebagai poster di dinding kantor.
Apakah ribuan inovasi nanti benar-benar muncul dan mengubah wajah pelayanan publik Garut? Atau justru menjadi monumen kecil dari ambisi besar yang tak pernah selesai?
Jawabannya mungkin ada di pertemuan 17 Desember. Atau lebih realistis di laporan evaluasi tahun depan.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









