“Hal kecil yang bisa dilakukan pemilih pemula dalam pengawasan partisipatif juga kami sampaikan,” ujar Lamlam.
Bawaslu mengklaim koordinasi dengan sekolah dilakukan secara intens agar kegiatan sosialisasi berjalan efektif, meski di tengah keterbatasan anggaran.
Hingga kini, tujuh sekolah telah menjadi lokasi edukasi Bersigap, di antaranya SMKN 9 Garut, SMA Qurrota’Ayun, SMAN 15 Garut, MAN 1 Garut, MAN 2 Garut, SMA Alfarisi Leles, dan SMA Musaddadiyyah.
Program ini direncanakan berlanjut dengan target 10 hingga 15 sekolah tambahan di Garut, meskipun efisiensi anggaran tengah jadi mantra baru birokrasi.
“Kegiatan ini akan terus berjalan,” kata Lamlam.
Di tengah realitas politik yang sering membuat pemilih dewasa skeptis, Bawaslu Garut tampaknya memilih strategi berbeda: menanam harapan sejak dini sebelum siswa belajar bahwa demokrasi tak selalu seideal buku pelajaran.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










