Kamis, 4 Juni 2026

48 Kali Lipat dalam 22 Tahun! BBRI Buktikan Saham BUMN Bisa 'Cetak Uang', Tapi Kok Investor Masih Cemas?

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Rabu, 17 Desember 2025 | 15:00 WIB


[Locusonline.co, Jakarta]— Dalam dunia investasi yang dipenuhi cerita lambatnya transformasi BUMN, kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bagai oasis di tengah gurun. Sejak melantai di bursa pada 10 November 2003 dengan harga Rp875 per saham, harga saham bank pelat merah ini telah melesat sekitar 48 kali lipat.





Jika ada investor yang "nahan" satu lot saham BBRI sejak IPO dan memperhitungkan seluruh aksi korporasi seperti stock split, investasi awalnya telah berubah menjadi harta karun. Namun, di balik prestasi gemilang ini, sentimen pasar justru sedang berawan. Pada penutupan Selasa (16/12), BBRI ditutup di Rp3.690, terkoreksi 5,38% dalam sebulan terakhir.





Ini memunculkan pertanyaan paradoks: bagaimana sebuah saham dengan rekam jejak fantastis selama dua dekade justru menghadapi keraguan jangka pendek?





Jejak Panjang Cetak Kekayaan: Dari Rp875 ke Kapitalisasi Ratusan Triliun





Perjalanan BBRI di bursa adalah cerita klasik tentang konsistensi dan transformasi. Hanya dalam empat tahun pertama, kapitalisasi pasarnya menembus Rp100 triliun. Momentum itu berlanjut dengan pesat:






  • 2013: Kapitalisasi pasar tembus Rp200 triliun.




  • 2015: Mencapai Rp300 triliun.




  • 2022: Melampaui Rp700 triliun.




  • 2023: Harga saham sempat mencapai puncak Rp5.725, mendorong kapitalisasi mendekati Rp867 triliun.





Untuk menjaga aksesibilitas bagi investor ritel, BRI melakukan dua kali stock split: rasio 1:2 pada 2011 dan rasio 1:5 pada 2017. Kebijakan ini terbukti efektif memperluas basis kepemilikan dan meningkatkan likuiditas saham.






"Menginjak usia ke-130 tahun, BRI terus menciptakan value dari aspek ekonomi dan bisnis… sehingga memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan," tegas Corporate Secretary BRI, Dhanny, seperti dikutip Selasa (16/12).






Membongkar Kinerja vs. Sentimen: Mengapa BBRI 'Terlihat Lelah'?





Meski catatan historisnya sempurna, realitas perdagangan pekan ini mencerminkan kecemasan pasar. Berikut analisis faktornya:


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X