Ia juga memastikan bahwa data penerima bantuan telah melalui proses panjang, matang, dan berlapis. Mulai dari pendataan hingga verifikasi lapangan oleh dinas terkait.
“Data penerima sudah kami sesuaikan dan diverifikasi melalui dinas pertanian. Bahkan kami lihat langsung ke lapangan, sampai ke hasil tembakaunya,” imbuh Aji, menepis anggapan bahwa bantuan turun secara asal-asalan.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kecamatan Kadungora, Ari Ardiansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kelancaran penyaluran BLT DBHCT, mulai dari Kantor Pos, Polsek, hingga Koramil.
“Kami berterima kasih kepada semua stakeholder yang sudah membantu. Mudah-mudahan bantuan ini benar-benar bermanfaat dan bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Ari.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Garut yang kembali menghadirkan bantuan sosial DBHCT di akhir tahun, sebuah momen yang selalu dinanti para petani dan buruh tembakau.
Dengan cairnya BLT DBHCT ini, warga Kadungora bukan hanya mendapat bantuan tunai, tapi juga kepastian bahwa di tahun 2025, bantuan sosial tidak hanya disalurkan, melainkan juga diabadikan.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












