“Kami terus melakukan controlling operasional SPPG. Insyaallah amanah, karena pengawasan itu menentukan mutu dan kualitas. Termasuk SPPG Blok Cibuni Geulis ini,” katanya.
Baca Juga : Bupati Garut Jual Konsep Pentahelix “Olahraga Prestasi Tak Bisa Jalan Sendirian”
Dalam penjelasannya, Wien juga menegaskan bahwa seluruh aspek teknis MBG telah melalui uji kelayakan. Mulai dari uji kualitas air hingga pelatihan bagi para penjamah makanan.
“Uji air sudah dilakukan, pelatihan juga sudah kami laksanakan. Penjamah makanan dibekali sebelum operasional Januari nanti. Jangan sampai turun ke lapangan tapi tidak paham prosedur,” ujarnya.
Narasi kesiapan pun disusun rapi. Semua terlatih, semua diuji, semua diawasi. Di atas kertas, MBG tampak steril dari celah.
Namun ketika disinggung soal keluhan publik terkait SPPG “nakal” mulai dari pengurangan porsi hingga kualitas menu yang dipertanyakan Wien menyampaikan posisi Polres Garut.
“Kami mengharmonisasi SPPG yang berada di bawah yayasan kami agar menjadi kebanggaan masyarakat. Tapi kami tidak alergi terhadap aduan. Justru aduan masyarakat itu kunci keberhasilan SPPG,” tegasnya.
Pernyataan itu seolah menjadi penegasan bahwa laporan masyarakat adalah vitamin utama pengawasan, sementara sistem berjalan sambil diuji di lapangan.
Wien berharap seluruh SPPG bergerak sesuai juknis dan standar agar manfaat program benar-benar dirasakan penerima manfaat, khususnya anak-anak.
“Anak itu harta. Tujuan kita meningkatkan fisik anak. Jadi manfaatnya harus betul-betul dirasakan,” pungkasnya.
Sebab bagi orang tua, kamera boleh HD, laporan boleh rapi yang penting porsi jangan makin tipis.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”













