LOCUSONLINE, GARUT – Di sebagian desa, kritik warga masih dianggap gangguan sinyal bukan masukan. Cukup angkat suara soal jalan rusak, risikonya bukan aspal datang, tapi emosi keluarga pejabat yang mendarat lebih dulu.
Aksi intimidasi yang diduga dilakukan keluarga Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, terhadap seorang pemuda viral di media sosial. Pemuda tersebut dimaki dan nyaris menjadi korban kekerasan fisik usai melontarkan kritik soal kondisi jalan desa yang rusak parah.
Dalam video berdurasi 47 detik yang beredar luas sejak akhir Desember 2025, terlihat seorang pemuda berkemeja dikerubungi sejumlah pria dan perempuan. Nada bicara meninggi, kata-kata kasar meluncur, seolah kritik pembangunan dianggap ancaman kekuasaan.
“Mau tenar kamu? Mau ngejago?” ucap seorang pria berbaju bergambar One Piece dalam video tersebut, menggunakan bahasa Sunda.
Pemuda yang menjadi sasaran intimidasi diketahui bernama Holis Muhlisin (31), warga Kecamatan Cisewu. Ia membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi. Menurut Holis, kejadian berlangsung pada 27 Oktober 2025, namun baru diunggah ke media sosial beberapa bulan kemudian karena pertimbangan keamanan.
Holis menyebut, intimidasi itu berawal dari kritiknya terhadap pembangunan desa yang dinilai amburadul, terutama akses jalan yang rusak dan longsor yang dibiarkan tanpa perbaikan.
“Saya bukan mau terkenal. Saya cuma mau jalan desa diperbaiki,” tegasnya.
Alih-alih mendapat penjelasan atau rencana kerja, Holis justru berhadapan dengan emosi. Jalan tetap rusak, suara warga yang diserang.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”













