[Locusonline.co, Garut] — Geliat pariwisata Kabupaten Garut menunjukkan tren positif yang signifikan pada momen libur akhir tahun 2025 dan Tahun Baru 2026. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut melaporkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke 26 destinasi yang dipantau mencapai 124.250 orang dalam periode 25 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 21,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencatat 102 ribu kunjungan. Peningkatan ini menandakan bahwa daya tarik Garut sebagai destinasi wisata utama di Jawa Barat terus menguat.
Destinasi Favorit dan Strategi Pemasaran Digital
Kepala Disparbud Garut, Budi Gan Gan, menyebutkan bahwa destinasi wisata di Garut ramai dikunjungi wisatawan, terutama dari kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Beberapa lokasi yang paling banyak dikunjungi antara lain:
- Wisata Alam dan Pegunungan: Pemandian Air Panas Cipanas, Darajat, dan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan.
- Wisata Pantai: Berbagai destinasi di sepanjang pesisir selatan Garut.
- Wisata Danau: Destinasi danau yang menawarkan ketenangan dan keindahan alam.
Keberhasilan peningkatan kunjungan ini tidak lepas dari strategi promosi digital yang dijalankan Disparbud Garut. Akun Instagram resmi @disparbudgarut berhasil meraih Instagram Fair Score tertinggi se-Jawa Barat pada tahun 2025 dengan skor 50,77, mengalahkan daerah lain seperti Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bogor, dan Majalengka.
Analisis dan Dampak Positif
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Pertumbuhan Kunjungan | Meningkat 21,8% (dari 102.000 menjadi 124.250 orang) |
| Periode Pemantauan | 25 Desember 2025 – 2 Januari 2026 |
| Jumlah Destinasi Dipantau | 26 objek wisata |
| Asal Wisatawan | Dominan dari kota besar (Jakarta, Bandung, dan sekitarnya) |
| Faktor Pendukung | Strategi promosi digital yang efektif, terutama melalui Instagram |
Pencapaian ini menunjukkan bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Garut dalam mempromosikan pariwisata melalui media digital memberikan hasil yang nyata. Skor Instagram yang tinggi mencerminkan konten yang engaging dan efektif dalam menjangkau calon wisatawan, khususnya generasi muda yang aktif di media sosial.
Implikasi dan Rekomendasi Ke Depan
Kesuksesan ini seharusnya menjadi pijakan untuk langkah-langkah strategis berikutnya:
- Mempertahankan dan Meningkatkan Kualitas Konten Digital: Konsistensi dalam menghasilkan konten yang menarik dan informatif di media sosial perlu dipertahankan untuk menjaga engagement dengan audiens.
- Pengembangan Paket Wisata yang Beragam: Menciptakan paket wisata yang mengombinasikan berbagai destinasi unggulan (alam, budaya, kuliner) dapat meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan.
- Peningkatan Kapasitas dan Layanan: Dengan peningkatan kunjungan, perlu dipastikan ketersediaan akomodasi, restoran, transportasi, dan kebersihan destinasi wisata agar pengalaman wisatawan tetap positif.
- Mitigasi Dampak Lingkungan: Lonjakan pengunjung harus diimbangi dengan edukasi kepada wisatawan dan pengelola tentang pentingnya menjaga kelestarian alam destinasi wisata.

Peningkatan kunjungan wisatawan ke Garut pada libur akhir tahun 2025/2026 merupakan indikator yang sangat positif bagi sektor pariwisata daerah. Kesuksesan ini merupakan buah dari kerja keras dan strategi promosi digital yang tepat sasaran. Dengan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan, Garut berpotensi untuk semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat yang berkelanjutan.
Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa meskipun memiliki status sebagai kawasan rawan bencana seperti yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan manajemen dan promosi yang baik, pariwisata Garut tetap dapat tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.
Semoga informasi ini bermanfaat. Jika Anda memerlukan analisis lebih mendalam tentang strategi pemasaran digital pariwisata daerah atau data perkembangan pariwisata di wilayah lain, saya siap membantu.














