“Variasinya cukup banyak. Ada yang kurang ruang kelas, ada yang rusak berat, ada juga yang memang harus direhabilitasi total,” ujarnya.
Meski demikian, di balik kilap bangunan baru dan angka ratusan miliar rupiah, publik masih menunggu bab lanjutan, apakah revitalisasi fisik ini juga akan diikuti pembenahan sistem pendidikan secara menyeluruh mulai dari kualitas pengajaran, beban administrasi guru, hingga kesenjangan mutu antarwilayah.
Sebab, sekolah boleh saja berdiri kokoh dan bermeja baru, tetapi jika sistemnya masih rapuh, pendidikan Indonesia dikhawatirkan hanya lulus di laporan keuangan, bukan di masa depan generasi.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









