“Kalau 2026 kita mengalokasikan Rp22,5 miliar dengan pertimbangan ketersediaan anggaran kita,” ujar Nurdin.
Ia berharap anggaran tersebut cukup untuk menutup kebutuhan darurat sepanjang tahun. Namun jika tidak mencukupi, Pemkab Garut disebut sudah punya jalur aman: bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat.
“Bisa gabung dengan provinsi, maupun BNPB sering membantu kita,” katanya.
Dengan demikian, tahun anggaran 2025 ditutup dengan kabar baik: bencana bisa ditangani, anggaran tidak habis, dan Rp3 miliar berhasil diselamatkan ke lemari Silpa. Tinggal satu pertanyaan yang tersisa apakah darurat memang tidak datang, atau anggarannya yang terlalu rapi menunggu tahun berikutnya.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









