LOCUSONLINE, GARUT – Bab lama yang kerap diabaikan membuat hutan menyempit, satwa terdesak, manusia kebagian akibat. Sebuah bukti nyata dimana seekor monyet liar turun gunung dan menyerang warga di Kampung Ciwaru, Desa Sinarajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Peristiwa yang melukai seorang ibu bernama Eti itu sontak mengagetkan warga.
Monyet yang diduga berasal dari kawasan Gunung Papandayan itu menyerang Eti sesaat setelah korban pulang berbelanja. Baru turun dari sepeda motor, monyet langsung merebut barang bawaan dan menggigit serta mencakar tangan dan kaki korban hingga luka cukup serius. Beruntung, kondisi Eti kini dilaporkan mulai membaik setelah mendapat perawatan.
Bagi warga Cisurupan, kejadian ini bukan sekadar insiden satwa liar. Ini adalah kejadian pertama monyet turun gunung dan menyerang manusia di wilayah mereka. Namun, bagi lingkungan, peristiwa ini terasa seperti alarm yang sudah lama berisik hanya saja baru didengar setelah ada korban.
Sejak kejadian itu, monyet masih terlihat berkeliaran di atap rumah warga, mendekati permukiman untuk mencari makanan. Warga pun hidup dalam rasa waswas, menunggu kapan satwa yang kehilangan rumahnya itu kembali “menagih ruang hidup”.
Baca Juga : Wabup Garut Ingatkan PDAM Cari Untung Tanpa Bikin Warga Kehausan
Pemerintah desa dan aparat kepolisian telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Sejumlah jebakan dipasang untuk menangkap dan mengevakuasi monyet tersebut. Warga diimbau tidak memberi makan satwa liar dan tetap waspada.
Namun di balik imbauan teknis itu, muncul pertanyaan yang lebih besar mengapa monyet turun gunung?

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












