“Prestasi seperti ini tidak lahir instan, tetapi melalui proses panjang dengan doa, bimbingan, dan disiplin,” tambahnya. Pernyataan yang benar, meski belum sepenuhnya diiringi kebijakan pendidikan yang merata dan berkelanjutan.
Nazlea pun dilepas dengan pesan agar menikmati setiap tantangan, mengasah argumentasi, serta membangun kerja sama lintas negara. Ia berangkat bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai duta pelajar sementara ribuan pelajar lain masih berjuang sekadar mendapatkan fasilitas belajar yang layak.
Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap keberangkatan satu pelajar ini menjadi pemantik lahirnya prestasi-prestasi lain. Tantangannya jelas: apakah sistem pendidikan akan ikut bergerak maju, atau cukup puas bertepuk tangan setiap kali satu anak berhasil menembus batas, sendirian.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









