ArtikelDaerahGarutHukumJawa BaratNews

Garut Waspada Bencana di Tambang, Tapi Toleran Saat Sawah Disulap Jadi Pabrik

bhegins
×

Garut Waspada Bencana di Tambang, Tapi Toleran Saat Sawah Disulap Jadi Pabrik

Sebarkan artikel ini
Gemini Generated Image 7ibret7ibret7ibr
Gambar Ilustrasi Ai

“Di Garut, tambang diingatkan agar tidak memicu bencana. Namun ketika lahan pangan hilang dan hukum tersendat, bencana seolah dianggap belum cukup darurat untuk segera ditangani.”

LOCUSONLINE, GARUT – Peringatan demi peringatan kembali dilontarkan soal ancaman bencana di Kabupaten Garut. Kali ini datang dari Wakil Ketua DPRD Garut, H. Subhan Fahmi, yang mengingatkan keras aktivitas penambangan galian C agar tidak asal gali lalu pergi, meninggalkan longsor, banjir, dan ekosistem yang ikut pensiun dini.

tempat.co

Menurut Subhan, penambangan yang mengabaikan mitigasi bencana bukan sekadar soal lingkungan rusak, tetapi juga soal keselamatan warga yang setiap musim hujan harus siap jadi korban eksperimen alam buatan manusia.

“Penambangan tidak boleh hanya berorientasi ekonomi. Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan harus jadi prioritas,” tegas Subhan.

Nada tegas itu terdengar ideal. Sayangnya, gema kewaspadaan tersebut kontras dengan penanganan kasus dugaan alih fungsi lahan pertanian di Desa Cijolang, Kecamatan Blubur Limbangan, yang hingga kini masih terjebak di ruang tunggu hukum. Padahal, status perkara telah naik ke tahap penyidikan sejak 13 Agustus 2025.

Sudah penyidikan, tapi belum ada tersangka. Sawah sudah jadi pabrik, hukum masih mengukur suhu.

Dalam kasus ini, lahan pertanian pangan berkelanjutan seluas kurang lebih 2,3 hektare diduga beralih rupa menjadi kompleks bangunan pabrik lengkap dengan gudang, ruang produksi, TPS B3, hingga ruang kelistrikan. Alih-alih panen padi, kini yang tumbuh adalah beton.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow