Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah dan dinas pendidikan tidak boleh sekadar jadi penonton yang datang setelah viral. Negara, kata dia, harus hadir menjamin keberlangsungan KBM bukan hanya hadir saat konferensi pers.
“Pemda dan dinas pendidikan harus segera memastikan proses belajar siswa tetap berjalan, sambil memfasilitasi penyelesaian sengketa secara transparan dan sesuai aturan,” tegasnya.
Sebelumnya, hari pertama sekolah 2026 diwarnai pemandangan ironis, dimana ratusan siswa berseragam rapi berdiri di depan gerbang terkunci. Sekolah ada, guru ada, murid ada yang hilang cuma akses masuk.
Pemerintah Kabupaten Garut menyatakan telah memberi perhatian khusus untuk mencari solusi agar KBM tetap berjalan. Publik kini menunggu hasilnya: apakah pendidikan benar-benar jadi prioritas, atau kembali kalah oleh gembok dan sengketa yang tak kunjung tamat.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












