GARUT – Pasca viralnya pemasangan tiang bambu tua untuk menopang belasan kabel internet yang membentang di halam gerbang Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 12 Kabupaten Garut, akhirnya Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin angkat bicara.
Orang Nomor satu di “Kota Intan” tersebut mengaku sudah memberikan teguran kepada semua provider Internet. Sehingga, tiang bambu tersebut kini sudah tidak nampak. Kabel internet yang membentang dirapihkan dengan alakadarnya. Pantuan media di lapangan, kini belasan kabel internet tersebut hanya diikat saja.
“Kami sudah kirim surat teguran kepada semua para provider,” ujar sosok yang akrab disapa Kang Syakur kepada media, Selasa (20/01/2026).
Sementara, warga yang menyampaikan informasi awal kepada media mengaku sudah tidak melihat lagi tiang bambu yang sudah berdiri menghalangi gerbang SMKN 12 Garut. Namun warga mengaku tidak tahu siapa yang melakukan penertiban.
“Alhamdulillah sekarang tiang bambunya sudah tidak ada. Terima kasih kepada semua media yang sudah memviralkan kondisi pemasangan tiang bambu yang digunakan untuk menopang sekitar belasan kabel internet di depan gerbang SMKN 12 Garut. Karena sebelum viral, bambu tersebut yang sudah berdiri hampir satu tahun lamanya kini sudah ditertibkan,” ujar AR, salah satu warga Garut yang mengaku miris dengan kondisi Garut yang marak dengan menjamurnya pemasangan tiang dan kabel internet yang merusak estetika Kota Garut.
Estetika Garut Semrawut Karena Tiang dan Kabel Internet Ilegal?
Sementara, kondisi lingungan di Kabupaten Garut terus menjadi perhatian publik, bahkan sampai ke luar kota Garut. berbagai kejadian di lapangan menunjukan sikap atau kinerja aparatur pemerintah masih menjadi pembicaraan negatif di masyarakat. Dari sekian banyak persoalan di lingkungan masyarakat, keberadaan tiang dan kabel internet yang telah dianggap merusak estetika kota menjadi salah satu masalah yang kini terus menjadi pembahasan berbagai kalangan masyarakat.

Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues









