Sampel siswa diambil dari wilayah Cekungan Bandung, meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, dan Kota Cimahi. Pemetaan untuk siswa SMP dijadwalkan pada 3–4 Februari 2026, sedangkan siswa SD menyusul pada 10–11 Februari 2026.
Dari sisi pemerintah daerah, pemetaan ini bukan sekadar urusan angka di atas kertas. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK) Disdik Jabar, Ai Nurhasan, menyebut hasil pemetaan akan digunakan sebagai strategi meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA dan perguruan tinggi di Jawa Barat.
“Harapannya, kolaborasi ini berjalan sistematis sehingga kita punya gambaran yang jelas, solusi yang tepat, dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Jabar,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan kabupaten/kota, Biro Kesejahteraan Rakyat Jawa Barat, serta jajaran internal Disdik Jabar.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












