[Locusonline.co] Garut — Lembaga pendidikan tinggi kesehatan di Kabupaten Garut memasuki babak baru yang bersejarah. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi meresmikan transformasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut. Peresmian yang bertepatan dengan milad ke-22 yayasan ini juga mencakup pelantikan rektor pertama, serta peresmian Gedung Kampus 3 dan Klinik Kesehatan Karsa Husada, Jumat (23/1).
Dalam sambutannya, Bupati Syakur memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini. "Ini merupakan pencapaian yang sangat hebat. Saya tahu persis tidak gampang untuk memenuhi persyaratan menjadi institut," ujarnya. Bupati menilai langkah transformasi ini adalah bukti nyata komitmen penyelenggara pendidikan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Garut.
Dari Kampus ke Klinik: Menjawab Kebutuhan Nyata Masyarakat
Perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan perluasan mandat dan tanggung jawab akademik. Sebagai institut, Karsa Husada kini memiliki wewenang untuk mengembangkan program studi (prodi) yang lebih beragam di luar rumpun ilmu kesehatan spesifik, serta mengembangkan penelitian terapan yang lebih luas.
Fokus utama pada peresmian ini adalah peluncuran Program Studi (Prodi) Gizi dan Klinik Karsa Husada. Kedua inisiatif ini dinilai sangat strategis dan langsung menjawab kebutuhan mendesak di Garut.
Rektor Institut Kesehatan Karsa Husada Garut yang baru dilantik, Iwan Wahyudi, menyatakan bahwa kehadiran prodi dan klinik adalah bentuk keberpihakan institusi kepada masyarakat. "Kami menghadirkan institut kesehatan, prodi gizi dan gedung klinik untuk membantu masyarakat," jelas Iwan.
Prodi Gizi: Senjata Baru Melawan Stunting dan Masalah Gizi
Iwan Wahyudi secara khusus menyoroti peran krusial Prodi Gizi. "Masalah gizi masih menjadi faktor utama tingginya angka kematian ibu dan bayi," ungkapnya. Dengan adanya prodi ini, diharapkan akan lahir lebih banyak ahli gizi yang memahami konteks lokal Garut, mampu merancang intervensi yang tepat, dan mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting dan perbaikan gizi masyarakat.
"Dengan adanya Prodi Gizi, masyarakat makin banyak tahu mengenai masalah-masalah gizi dan mudah-mudahan di Kabupaten Garut juga perbaikan gizi menjadi lebih baik," tambah Iwan.