“Relokasi harus ke lokasi yang benar-benar aman. Tidak boleh lagi menempatkan warga di wilayah berisiko. Keselamatan adalah prioritas, tapi kami juga akan mempertimbangkan kedekatan dengan lingkungan hidup mereka,” jelasnya.
Baca Juga : Alam Kembali Ambil Alih Mikrofon: Bandung Barat Longsor Usai Hujan Pamer Otot
Pemprov Jabar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, termasuk layanan pemulihan trauma bagi warga yang terdampak secara psikologis akibat kejadian tersebut.
Dalam kunjungan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno turut menyoroti pentingnya percepatan penyediaan hunian bagi korban longsor. Menurutnya, terlalu lama hidup di pengungsian hanya akan memperpanjang penderitaan.
“Kalau memungkinkan langsung hunian tetap, itu yang terbaik. Namun jika belum, hunian sementara harus segera disiapkan agar warga bisa kembali menjalani kehidupan yang lebih normal dan tekanan psikologis bisa dikurangi,” ujar Pratikno.
Ia menambahkan, penanganan longsor Pasirlangu seharusnya menjadi titik balik, bukan sekadar rutinitas pascabencana. Pemerintah, katanya, mesti menjadikan peristiwa ini sebagai momentum membangun wilayah yang lebih tangguh dan waras dalam mengelola alam.
“Kita tidak boleh hanya membangun ulang. Yang dibutuhkan adalah membangun kembali dengan lebih baik, lebih aman, dan lebih menghormati lingkungan,” tandasnya.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












