Platform LinkUMKM, yang telah menjadi ekosistem digital bagi hampir 15 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia, melangkah ke tahun 2026 dengan komitmen memperkuat fondasi bisnis mereka melalui enam pilar terintegrasi.
[Locusonline.co] Sejak diluncurkan pada 2021, platform LinkUMKM milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah menjadi motor digitalisasi dan pemberdayaan bagi pelaku usaha kecil di Indonesia. Hingga akhir 2025, platform ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta UMKM sebagai sarana untuk mengakses pelatihan, pemasaran digital, dan pendampingan yang terstruktur.
Platform ini dirancang sebagai solusi menyeluruh yang tidak hanya menyediakan akses ke permodalan, tetapi juga fokus pada aspek fundamental peningkatan kapasitas dan daya saing.
Enam Pilar Utama yang Membangun Ekosistem Digital UMKM
LinkUMKM menawarkan enam fitur utama yang terintegrasi dan saling melengkapi untuk memenuhi berbagai kebutuhan usaha dalam satu platform:Fitur Utama Deskripsi & Fungsi Manfaat Bagi UMKM UMKM Smart Pusat asesmen mandiri dan konsultasi. Menyediakan Self-Assessment untuk memetakan kondisi bisnis dan Coaching Clinic dengan mentor profesional. Mendapat rekomendasi pelatihan yang tepat sasaran berdasarkan tahap perkembangan usaha (tradisional, berkembang, modern). Rumah BUMN Jaringan pendampingan terintegrasi dengan ekosistem BUMN lainnya. Memperluas akses ke program pemberdayaan, jaringan bisnis, dan peluang kemitraan yang lebih luas. UMKM Media Portal konten inspiratif, berita terkini, dan materi edukasi. Mendapatkan informasi dan insight terbaru untuk pengambilan keputusan bisnis serta inspirasi pengembangan usaha. Komunitas Ruang interaksi dan kolaborasi antar pelaku UMKM. Wadah berbagi pengalaman, solusi masalah, dan menjalin kolaborasi bisnis. Etalase Digital Platform untuk mempromosikan dan menjual produk UMKM. Memperluas jangkauan pasar secara online, meningkatkan visibilitas produk, dan membuka saluran penjualan baru. Layanan NIB Pendaftaran Nomor Induk Berusaha secara online. Mempermudah proses administrasi dan pemenuhan legalitas usaha dengan akses yang lebih mudah dan cepat.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan membangun bisnis yang rapi dan adaptif. “Melalui LinkUMKM, pelaku usaha memiliki kesempatan mengikuti pelatihan yang tepat sasaran… Harapannya, UMKM dapat mengelola bisnisnya dengan lebih rapi, terukur, dan adaptif terhadap dinamika pasar,” ujar Akhmad.
Fitur UMKM Smart: Asesmen dan Pelatihan yang Personal
Sebagai jantung dari platform, fitur UMKM Smart menawarkan mekanisme pendampingan yang terukur. Pelaku usaha dapat melakukan Self-Assessment Naik Kelas untuk mendapatkan gambaran objektif tentang posisi bisnis mereka. Hasil asesmen ini kemudian diterjemahkan menjadi rekomendasi pelatihan khusus dari lebih dari 690 modul pembelajaran yang tersedia, mencakup soft skill dan hard skill yang sesuai dengan kebutuhan.
Proses ini memungkinkan pendekatan yang lebih personal, di mana UMKM dengan klasifikasi tradisional akan mendapat materi untuk memperkuat fondasi, sementara UMKM berkembang dan modern akan difokuskan pada strategi ekspansi dan inovasi.
LinkUMKM memahami bahwa pemberdayaan UMKM tidak hanya terletak pada pelatihan. Oleh karena itu, platform ini juga menyediakan layanan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk membantu UMKM dalam aspek legalitas dan formalitas usaha. Di sisi pemasaran, Etalase Digital berfungsi sebagai toko online yang memungkinkan produk UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas, sekaligus terhubung dengan jaringan Rumah BUMN untuk potensi kemitraan yang lebih strategis.
Aksesibilitas dan Dampak yang Berkelanjutan
Keunggulan utama LinkUMKM terletak pada aksesibilitasnya yang luas. Platform ini dapat diakses melalui situs web linkumkm.id atau aplikasi mobile yang tersedia di Play Store. Dengan menghadirkan solusi dari hulu (pelatihan, legalitas) hingga hilir (pemasaran, jaringan), BRI melalui LinkUMKM menunjukkan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi penyedia kredit, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi UMKM Indonesia dalam menghadapi ekonomi digital.
Keberhasilan platform ini dalam menjangkau hampir 15 juta UMKM menjadi fondasi yang kuat untuk percepatan transformasi digital sektor riil di Indonesia, mendorong lebih banyak usaha mikro dan kecil untuk naik kelas, tumbuh berkelanjutan, dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. (**)










