Kamis, 4 Juni 2026

Dari Depok ke Mancanegara, Kisah Ifti Menghidupkan Wastra Nusantara Lewat Pekatan Batik

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Senin, 16 Maret 2026 | 14:14 WIB


[Locusonline.co] DEPOK – Di tengah gempuran mode modern, kecintaan terhadap wastra Nusantara tetap menyala di hati Ifti, seorang pengusaha batik asal Pekalongan yang kini berdomisili di Kota Depok. Melalui brand Pekatan Batik, ia mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan kekayaan budaya Indonesia, membuktikan bahwa batik dan tenun bukan sekadar kain, melainkan warisan yang harus terus hidup dan dikenakan lintas generasi.





Kecintaan Ifti terhadap wastra Nusantara semakin kuat setelah bertemu dengan sang suami yang memiliki minat serupa. Pada akhir November 2019, Pekatan Batik resmi berdiri di Depok, Jawa Barat. Namun, perjalanan awal usaha ini tidak berjalan mulus. Pandemi COVID-19 yang melanda tak lama setelah usaha berdiri memaksanya vakum sementara .





Bangkit dari Pandemi lewat Daring





Usaha tersebut sempat terhenti sebelum akhirnya kembali berjalan melalui penjualan secara daring. Dari titik itulah Pekatan perlahan berkembang. Ifti tidak hanya menjalankan usaha, tetapi juga menciptakan ruang untuk menjaga agar wastra Nusantara tetap hidup dan berkembang di tengah modernitas .





Koleksi: Batik Tulis, Tenun Badui, hingga Lurik ATBM





Pekatan Batik melestarikan kekayaan Nusantara melalui berbagai koleksi, antara lain:






  • Batik tulis




  • Tenun Badui




  • Lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)





Semuanya dihadirkan dalam koleksi pesisiran dan produk ready-to-wear yang dirancang agar tetap modis. Bagi Ifti, batik dan tenun bukan sekadar kain, melainkan kekayaan budaya yang perlu terus dijaga .





Melalui desain yang modern, terbatas, dan eksklusif, Pekatan berupaya mengubah stigma bahwa batik hanya identik dengan acara formal atau generasi lama. Wastra Nusantara dapat dikenakan di berbagai kesempatan, tetap modis tanpa kehilangan nilai budayanya .





Ramah Lingkungan dengan Konsep Zero Waste





Dalam produksinya, Pekatan Batik berusaha memaksimalkan penggunaan kain. Sisa potongan bahan tidak dibiarkan terbuang, tetapi diolah kembali menjadi produk baru yang tetap memiliki nilai. Dengan demikian, setiap koleksi hadir dalam jumlah terbatas sekaligus lebih ramah lingkungan .


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X