LOCUSONLINE, PURWAKARTA – Kampung Cihideung, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, mendadak kehilangan satu warna penting. Titin Sumartini (62), binti Dahman Dahlan, wafat pada Senin malam, 26 Januari 2026, setelah berjuang melawan sakit. Kepergiannya meninggalkan duka yang tak sekadar formalitas belasungkawa, melainkan kehilangan yang terasa nyata bagi keluarga, tetangga, dan orang-orang terdekat.
Jamilah (70), tetangga sekaligus sahabat almarhumah, mengaku suasana kampung tak lagi sama sejak kabar itu datang.
“Bukan cuma keluarga, kami yang bertetangga pun ikut merasa kosong,” ujarnya kepada media ini, Selasa (27/1/2026).
Menurut Jamilah, hubungan keduanya bukan sekadar saling sapa di pagar rumah. Mereka berbagi hari, cerita, dan pengingat kecil tentang hidup yang seharusnya dijalani dengan lapang dada.
“Baru seminggu lalu masih duduk ngobrol, saling mengingatkan supaya menikmati hidup dan saling memaafkan. Kami bahkan sempat bercanda serius, siapa pun yang pergi duluan, harus benar-benar dimaafkan dan didoakan,” tuturnya, suaranya menurun.
Baca Juga : Super Flu Keliling Jabar, Garut Masih Aman Virusnya Belum Dapat Undangan WGS
Keduanya sama-sama menjalani hari tanpa pasangan hidup yang telah lebih dulu berpulang. Dalam keterbatasan usia, mereka saling menguatkan, sering bepergian bersama, dan mengisi hari dengan kebersamaan sederhana. Karena itu, kepergian Titin bukan sekadar kabar duka, melainkan kehilangan partner hidup bagi sesama lansia.
“Kehilangannya terasa sekali. Saya bersaksi, kebaikannya nyata. Kepeduliannya pada orang lain tidak dibuat-buat,” kata Jamilah lirih.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












