“Jangan sampai uang sudah serba digital, tapi urusan warga masih analog bertele-tele, muter-muter, dan bikin dompet kosong sebelum layanan didapat.”
LOCUSONLINE, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengumumkan niat mulia untuk merapikan tata kelola keuangan daerah dengan mempercepat penerapan transaksi non tunai, dari kantor dinas sampai pemerintahan desa. Komitmen ini ditegaskan dalam apel gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Senin (26/1/2026), sebuah forum yang kerap jadi tempat janji-janji birokrasi diuji konsistensinya.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyebut digitalisasi transaksi sebagai jurus pamungkas agar setiap rupiah belanja daerah tak lagi “hilang arah” dan seluruh aktivitas keuangan tercatat rapi di sistem perbankan. Tujuannya jelas yaitu pengawasan anggaran lebih gampang, transparansi makin terang, dan celah abu-abu makin sempit.
“Kita akan lakukan bertahap, sambil memonitor secara khusus seluruh transaksi yang berjalan,” kata Syakur, dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Selasa (27/1/2026).
Dalam apel tersebut, Pemkab Garut juga membagikan penghargaan kepada perangkat daerah, kecamatan, puskesmas, hingga pemerintah desa yang dinilai paling rajin bertransaksi non tunai. Harapannya, langkah ini bisa menjadi “vitamin” agar digitalisasi keuangan tak sekadar slogan, tapi benar-benar dipraktikkan.
Namun di balik semangat non tunai, publik tentu berharap perubahan ini tak berhenti di soal cara bayar. Sebab, pelayanan publik selama ini masih sering terasa seperti labirin, formulir berlapis, meja berantai, dan proses yang lebih panjang dari antrean lebaran. Digitalisasi uang idealnya diikuti digitalisasi cara kerja agar cepat, ringkas, dan tidak membuat warga merasa sedang ikut lomba kesabaran.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











