“Anak-anak jadi termotivasi. Dari usia dini sampai remaja, mereka belajar disiplin dan kerja sama. Kalau serius dibina, hasilnya bisa jauh lebih baik ke depan,” ujar Wawan.
Ia berharap dari lapangan-lapangan kecil seperti di Plered, kelak lahir pemain yang mampu menembus level kabupaten, provinsi, bahkan nasional. Tak menutup kemungkinan, kata dia, hingga ke panggung internasional.
Selain menjaga kebugaran, olahraga voli dinilai menjadi ruang aman bagi generasi muda untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif, membangun kekompakan, dan merajut masa depan yang lebih terarah. Bahkan, prestasi di bidang ini bisa membuka jalan beasiswa pendidikan hingga peluang kerja di perusahaan yang menghargai atlet berprestasi.
“Kalau prestasi sudah bicara, pintu-pintu lain ikut terbuka. Dari lapangan desa, siapa tahu rezekinya mendunia,” pungkas Wawan.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










