[Locusonline.co] Jakarta — Harga emas batangan Antam resmi mencatatkan sejarah baru dengan menembus psikologis Rp3,1 juta untuk pertama kalinya. Kenaikan Rp165 ribu ini mencerminkan reli yang “ugal-ugalan” di pasar global yang menyentuh level US$5.500 per troy ounce dan mengubah logam kuning menjadi aset yang semakin mahal bagi investor Indonesia .
Harga emas batangan Antam bergerak sangat agresif. Pecahan 1 gram melonjak dari Rp 3.003.000 menjadi Rp 3.168.000, atau naik Rp165.000 per gram, dalam satu hari . Kenaikan besar ini terjadi setelah sehari sebelumnya, Rabu (28/1), harga juga sudah menembus rekor tertinggi baru di level Rp3,003 juta .
Perubahan drastis ini bukanlah fluktuasi biasa. Ini adalah puncak dari reli yang berlangsung terus-menerus sepanjang awal tahun 2026, dengan harga yang terus mencatat rekor tertinggi baru secara beruntun . Sepanjang tahun 2026 saja, harga emas Antam telah mengalami peningkatan lebih dari 26%, mulai dari level sekitar Rp2,5 juta per gram di awal tahun .
Detail Harga & Biaya Tersembunyi Transaksi Emas
Harga jual terbaru untuk berbagai ukuran emas Antam berdasarkan data resmi Logam Mulia adalah sebagai berikut :Ukuran Emas (Gram) Harga Jual (Rupiah) Harga Pegadaian (Rupiah) 0.5 gram 1,634,000 1,708,000 (Antam) 1 gram 3,168,000 3,304,000 (Antam) 5 gram 15,615,000 16,268,000 (Antam) 10 gram 31,175,000 32,478,000 (Antam) 100 gram 311,012,000 323,964,000 (Antam) 1.000 gram 3,108,600,000 3,237,960,000 (Antam)
Selisih harga antara toko resmi Logam Mulia dan penjual lain seperti Pegadaian cukup signifikan, terutama untuk pembelian dalam jumlah besar. Untuk 1 gram saja, selisihnya mencapai Rp136.000 .
Satu hal kritis yang harus dipahami investor adalah selisih (spread) antara harga jual dan harga beli kembali (buyback). Saat ini, harga buyback emas Antam berada di Rp2.989.000 per gram, naik Rp135.000 . Artinya, jika Anda membeli emas hari ini dan langsung menjualnya kembali, Anda akan langsung rugi sekitar Rp179.000 per gram hanya karena perbedaan harga ini .
Selain itu, transaksi emas juga dikenai pajak. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, untuk pembelian, dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% (pemegang NPWP) atau 0,9% (non-NPWP) . Untuk penjualan (buyback) dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% (NPWP) atau 3% (non-NPWP), yang langsung dipotong dari nilai transaksi .
Apa yang Menggerakkan Kenaikan Ekstrem Ini?
Kenaikan harga emas Antam tidak terlepas dari aksi pasar global. Harga emas dunia di pasar spot mengalami reli luar biasa, menembus level psikologis US$5.500 per troy ounce untuk pertama kalinya dan berhasil mencapai rekor di atas US$5.590 . Lonjakan ini ditopang oleh beberapa faktor utama yang membuat investor global berlomba-lomba menuju aset yang dianggap aman (safe-haven):
- Ketegangan Geopolitik yang Memanas: Situasi di Timur Tengah, khususnya antara AS dan Iran, meningkatkan permintaan akan aset pelindung nilai . Ketidakpastian politik selalu menjadi pendorong kuat bagi harga emas.
- Ekspektasi Kebijakan Bank Sentral AS (The Fed): Meskipun The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga, pernyataan mengenai inflasi yang masih tinggi dan spekulasi pemotongan suku bunga di masa depan melemahkan daya tarik mata uang dolar AS. Emas, sebagai aset non-yield, cenderung menguat ketika suku bunga rendah .
- Pembelian Masif oleh Bank Sentral Global: Bank-bank sentral di berbagai negara, terutama negara berkembang, terus menambah cadangan emas mereka, menciptakan permintaan dasar yang kuat .
- Peran Investor Institusional dan Teknikal: Analis pasar mencatat adanya pembelian berkelanjutan dari dana-dana yang mengikuti tren (trend-following funds), yang momentumnya terus mendorong harga ke level yang semakin tinggi .
Dalam situasi harga yang mencapai rekor tertinggi dan pergerakan yang sangat volatil, investor perlu mengambil langkah dengan pertimbangan matang:
- Emas adalah Investasi Jangka Panjang: Dengan selisih harga jual-beli yang lebar dan biaya pajak, emas fisik baru akan menguntungkan jika disimpan dalam jangka waktu yang cukup panjang untuk menutupi biaya-biaya tersebut dan meraih apresiasi harga .
- Pahami Konsep Buyback: Selalu ingat bahwa nilai yang akan Anda terima saat menjual ke Antam adalah harga buyback, bukan harga jual. Selisih ini adalah biaya transaksi yang harus diperhitungkan sejak awal .
- Bandingkan Harga dan Tempat Membeli: Seperti terlihat pada tabel, harga emas Antam di gerai resmi Logam Mulia cenderung lebih murah dibandingkan di Pegadaian atau toko emas lain . Lakukan riset kecil sebelum membeli.
- Waspadai Potensi Koreksi: Banyak analis memperingatkan bahwa kenaikan yang sangat cepat dan “parabolik” seperti saat ini berpotensi menimbulkan koreksi harga jangka pendek . Investor baru sebaiknya tidak terburu-buru masuk di puncak, tetapi bisa mempertimbangkan untuk menunggu peluang di saat harga terkoreksi.
Reli emas global yang luar biasa ini telah mengubah lanskap investasi logam mulia di Indonesia. Harga Rp3 juta per gram, yang sebelumnya dianggap sebagai level psikologis yang jauh, kini telah menjadi kenyataan. Ke depan, pergerakan harga akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik, kebijakan bank sentral global, dan apakah permintaan kuat ini dapat dipertahankan. (**)













