Bandung

Sesar Lembang Culture, Mitigasi Bencana Ala Bandung yang Santai dan Berkesenian

rakyatdemokrasi
×

Sesar Lembang Culture, Mitigasi Bencana Ala Bandung yang Santai dan Berkesenian

Sebarkan artikel ini
Sesar Lembang Culture, Mitigasi Bencana Ala Bandung yang Santai dan Berkesenian locusonline featured image Feb

[Locusonline.co] Bandung — Berbeda dari citra seram bencana, komunitas Sesar Lembang Culture justru menawarkan edukasi mitigasi gempa dengan cara yang rileks, kreatif, dan artistik. Berlokasi di Titik Kumpul Sesar Lembang Culture Backyard, Dago Utara, ruang publik ini dikelola sebagai wadah kolaborasi komunitas sekaligus pusat literasi kebencanaan yang unik.

Komunitas ini muncul dari kesadaran akan potensi aktivitas Sesar Lembang yang membentang sepanjang 29 kilometer di utara Bandung. Berdasarkan kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sesar aktif ini berpotensi memengaruhi kawasan aglomerasi Bandung Raya dengan jumlah penduduk sekitar 9 juta jiwa.

tempat.co

“Literasi mitigasi bencana adalah urusan penyampaian pesan. Kalau kita sampaikan dengan cara yang menakutkan, masyarakat malah menghindar. Tapi kalau disampaikan dengan cara yang asyik dan dekat dengan keseharian, mereka akan tertarik, paham, dan akhirnya siap siaga,” ujar Kang Adi, salah satu inisiator Sesar Lembang Culture.

“Sesar Lembang sudah ada jauh sebelum kita lahir. Hal yang perlu kita lakukan bukan panik, tapi bijak dan siap.” — Kang Adi, Inisiator Sesar Lembang Culture.

Dongeng Kelana: Belajar Mitigasi dengan Teater dan Teknologi

Salah satu program unggulan komunitas ini adalah pertunjukan “Dongeng Kelana”. Konsep ini terinspirasi dari tradisi lisan “Semong” di Simeulue, Aceh, yang terbukti efektif menyelamatkan warga dari tsunami 2004 berkat cerita turun-temurun tentang tanda-tanda alam.

Dongeng Kelana memadukan seni pertunjukan, video mapping, animasi, musik, dan pencahayaan untuk menyampaikan pesan mitigasi secara imersif dan mudah diingat. Melalui narasi yang menghibur, penonton diajak memahami karakter Sesar Lembang, tanda-tanda, serta langkah-langkah penyelamatan diri yang benar.

“Kami tidak menargetkan jumlah penonton yang banyak. Target kami adalah 9 juta jiwa selamat,” tegas Kang Adi tentang visi jangka panjang program ini.

Kolaborasi Lintas Pihak dan Kemandirian Ekonomi

Agar dampaknya lebih luas, Sesar Lembang Culture mengusung semangat “warga jaga warga”. Komunitas ini aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota dan Kabupaten Bandung, akademisi dari berbagai universitas, pegiat lingkungan, serta komunitas seni dan olahraga.

Yang menarik, komunitas ini menjaga keberlanjutannya secara mandiri tanpa bergantung pada pendanaan pemerintah. Mereka mengembangkan penguatan ekonomi kreatif melalui penjualan merchandise, tiket pertunjukan terbatas, serta kerja sama dengan pelaku usaha lokal yang mendukung visi yang sama.

Ruang Publik yang Hidup: Dari Edukasi Sampai Healing

Sesar Lembang Culture Backyard tidak hanya menjadi tempat pertunjukan. Ruang terbuka hijau ini difungsikan sebagai pusat aktivitas komunitas yang beragam, mencakup:

  • Edukasi Lingkungan: Workshop pengelolaan sampah dan pencegahan banjir.
  • Kesehatan dan Kebugaran: Kelas yoga, senam, dan aktivitas healing untuk menjaga kesehatan mental warga.
  • Pertunjukan dan Diskusi: Pagelaran seni reguler serta forum diskusi kebencanaan yang melibatkan pakar.

Ke depan, komunitas ini berencana memperluas jangkauan programnya, termasuk mengembangkan konten edukasi digital dan berkolaborasi dengan lebih banyak sekolah serta kelurahan di kawasan rawan bencana.

Dengan pendekatan yang humanis, kreatif, dan kolaboratif, Sesar Lembang Culture membuktikan bahwa membangun kesiapsiagaan bencana tidak harus menakutkan. Justru dengan seni dan kegembiraan, pesan penting itu bisa tertanam lebih dalam dan menggerakkan lebih banyak orang untuk siap siaga. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow