[Locusonline.co] Garut – Bupati Abdusy Syakur Amin bersama Forkopimda Garut hadir dalam ajang nasional yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat komitmen mengentaskan kemiskinan, sebuah tantangan besar di kabupaten dengan 270.114 jiwa penduduk miskin.
Di tengah harapan besar untuk mengakselerasi pembangunan, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama pimpinan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Garut turut serta dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Rakornas yang dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, pada Senin, 2 Februari 2026, menjadi ajang penting bagi daerah-daerah seperti Garut untuk menyelaraskan langkah dengan program prioritas nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Rakornas ini dihadiri oleh sekitar 4.000 peserta dari seluruh Indonesia yang mencakup unsur pemerintah pusat, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, dan Forkopimda.
Tujuan dan Skala Rakornas 2026
Acara strategis tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri ini memiliki bobot yang sangat krusial bagi konsolidasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Tujuannya adalah memberikan arahan, evaluasi kinerja, dan strategi bagi pemerintah daerah untuk mendukung implementasi program prioritas Presiden, terutama dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan energi serta penguatan ekonomi yang produktif dan inklusif dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Arahan Strategis
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah untuk percepatan pembangunan. Ia mengapresiasi semangat para kepala daerah yang hadir.
Presiden juga menyampaikan arahan strategis dan catatan evaluasi kinerja pemerintah selama tahun 2025, yang menjadi landasan untuk meningkatkan kinerja di tahun 2026.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakornas ini bertema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”, yang sekaligus menandai tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025-2029.
Selain Bupati Garut, Forkopimda yang turut hadir antara lain Kolonel Inf Dadi Sutandi (Danrem 062/Tarumanagara), Aris Munandar (Ketua DPRD Garut), AKBP Yugi Bayu Hendarto (Kapolres Garut), Letkol Inf Andrik Fachrizal (Dandim 0611/Garut), dan Yuyum Wahyudi (Kajari Garut).
Tantangan Kemiskinan di Jawa Barat
Kehadiran Bupati dan jajaran Forkopimda Garut dalam forum nasional ini menjadi sangat relevan mengingat tantangan kemiskinan yang nyata di wilayahnya. Berdasarkan data dari 10 Kabupaten Termiskin di Jawa Barat Tahun 2025, Garut tercatat sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan yang signifikan, menempati peringkat ke-8 dengan jumlah penduduk miskin mencapai 270.114 jiwa.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo secara khusus menegaskan bahwa kemiskinan tidak boleh diterima sebagai kondisi yang biasa. Ia meminta semua pemimpin dan elite di semua tingkatan untuk tidak menyerah dalam upaya menghilangkan kemiskinan, mengingat kekayaan alam Indonesia yang sangat melimpah.
Peran Krusial Kepala Daerah dan Forkopimda
Kementerian Dalam Negeri menekankan bahwa kepala daerah bersama Forkopimda adalah motor utama penggerak penyelenggaraan pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan di daerah.
Mereka memiliki peran krusial dalam memastikan keberhasilan pencapaian target program prioritas nasional. Rakornas ini berfungsi sebagai forum untuk membangun kesamaan pemahaman, memperkuat koordinasi, dan menyinergikan langkah kebijakan antara pusat dan daerah.
Dengan keikutsertaan dalam forum nasional ini, diharapkan Bupati dan Forkopimda Garut dapat mengoptimalkan sinergi dengan pemerintah pusat untuk menyusun strategi dan program yang lebih efektif dalam menangani berbagai tantangan, terutama pengentasan kemiskinan.
Keberhasilan Rakornas ini akan terukur dari sejauh mana implementasi program prioritas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan pembangunan seperti Kabupaten Garut. (**)












