Kamis, 4 Juni 2026

Pemkot Bandung Setop Insinerator, Sampah Dialihkan ke RW

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Rabu, 4 Februari 2026 | 16:15 WIB
img generated by neng 'ai
img generated by neng 'ai


Ikuti Perintah KLH, Pemkot Bandung Hentikan Seluruh Teknologi Termal, Arahkan ke Pengolahan Sampah Berkelanjutan





[Locusonline.co] Bandung Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung secara resmi menghentikan operasional seluruh fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi termal di kota itu. Keputusan tegas ini diambil sebagai tindak lanjut atas arahan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup, menyusul hasil uji emisi yang menunjukkan bahwa pembakaran sampah di sejumlah lokasi telah melebihi ambang batas polusi udara yang diizinkan.





Salah satu insinerator yang telah disegel berada di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Baturengat. Langkah penyegelan dengan police line dan segel plastik ini dilakukan untuk memastikan fasilitas yang melanggar tidak kembali dioperasikan.





“Berdasarkan hasil uji emisi dari Kementerian Lingkungan Hidup, ambang batas emisi melebihi ketentuan. Karena itu, Menteri menerbitkan surat pada 19 Januari untuk menghentikan seluruh pengolahan sampah dengan teknologi termal di Kota Bandung,” jelas Salman Faruq, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Selasa (3/2).





Respons Cepat dan Skala Kebijakan





Pemkot Bandung langsung menindaklanjuti arahan tersebut. Tidak lama setelah surat Menteri diterima, Pemerintah Kota telah menerbitkan surat penghentian operasional kepada seluruh pengelola fasilitas serupa.





Kebijakan ini bersifat menyeluruh. Dari catatan DLH Kota Bandung, terdapat 19 lokasi pengolah sampah kawasan yang menggunakan teknologi termal, dengan 15 di antaranya masih aktif beroperasi sebelum instruksi penghentian diberlakukan.





Paradigma Baru: Dari Pembakaran ke Pengurangan dari Sumber





Penghentian teknologi termal menandai pergeseran strategi pengelolaan sampah di Bandung. Meski diakui insinerator mampu mengurangi volume sampah dengan cepat, Dinas Lingkungan Hidup kini mengarahkan seluruh upaya pada pendekatan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, dengan fokus utama pada pengurangan sampah dari sumbernya (source reduction).





“Kami mengarahkan penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Langkah pertama dan terpenting adalah pengurangan sampah dari sumbernya,” tegas Salman.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X