ArtikelDaerahJawa BaratNews

Data KIM Berantakan, Diskominfo Baru Ingat “Update”: Literasi Digital Jalan, Peta Komunitas Masih Zaman Batu

bhegins
×

Data KIM Berantakan, Diskominfo Baru Ingat “Update”: Literasi Digital Jalan, Peta Komunitas Masih Zaman Batu

Sebarkan artikel ini
Audiensi jajaran pengurus Forum Komunikasi KIM (FK KIM) Jawa Barat, Selasa, 3 Februari 2026, di Kantor Diskominfo Jabar, Jalan Tamansari No. 55, Kota Bandung.
Audiensi jajaran pengurus Forum Komunikasi KIM (FK KIM) Jawa Barat, Selasa, 3 Februari 2026, di Kantor Diskominfo Jabar, Jalan Tamansari No. 55, Kota Bandung. Foto Portal Jabarprov

“Apakah pembaruan data KIM hanya akan menjadi jargon rapat tahunan, atau benar-benar menjadi langkah awal merapikan ekosistem informasi di Jawa Barat.”

LOCUSONLINE, BANDUNG – Setelah bertahun-tahun mengandalkan data yang dinilai tidak lagi relevan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat akhirnya menyadari satu hal mendasar: peta Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di daerah sudah perlu “diservis total”.

tempat.co

Kesadaran itu mengemuka saat Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, menerima audiensi pengurus Forum Komunikasi KIM (FK KIM) Jawa Barat di Kantor Diskominfo, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Selasa (3/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Adi menegaskan perlunya pembaruan data KIM di seluruh kabupaten dan kota agar kerja sama penyebaran informasi publik tidak lagi berjalan dalam kondisi “meraba-raba”.

“Kami akan berkoordinasi dengan Diskominfo daerah untuk menyelaraskan dan memperbarui data KIM di tiap wilayah,” ujar Adi.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa selama ini, sebagian basis data KIM diduga masih tertinggal jauh dari dinamika di lapangan.

Ketua FK KIM Jawa Barat, Deni Sonjaya, menilai keberadaan KIM belum sepenuhnya ditopang oleh kebijakan yang konsisten di tingkat daerah. Salah satu penyebab utamanya adalah seringnya pergantian pejabat.

“Setiap ada mutasi, pembinaan KIM seperti di-reset ulang. Programnya ganti, arahnya berubah, komunitasnya bingung,” kata Deni.

Ia menegaskan, kondisi tersebut berdampak langsung pada keberlangsungan KIM sebagai mitra penyebar informasi publik.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow