[Locusonline.co] Bandung Barat – Upaya heroik Tim SAR gabungan di lokasi longsor Pasirlangu, Cisarua, kembali menunjukkan hasil yang penting meskipun pahit. Pada hari ke-12 operasi pencarian dan penyelamatan, Rabu (4/2), tim berhasil mengevakuasi tujuh bodypack atau kantong jenazah. Temuan ini meningkatkan jumlah total jenazah yang telah berhasil diangkat dari timbunan material menjadi 92 bodypack.
Fokus Pencarian di Titik Berat Material
SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa temuan hari ini tersebar di beberapa worksite atau titik pencarian utama, dengan fokus pada area yang memiliki tumpukan material paling tebal.
"Penambahan tujuh bodypack ini membuat total temuan sejak hari pertama mencapai 92," ujar Ade, Rabu (4/2) sore. Rincian lokasi penemuan adalah sebagai berikut:
- Worksite A2: Satu bodypack.
- Worksite A3: Empat bodypack. Area ini masih menjadi konsentrasi utama operasi karena kedalaman dan kepadatan timbunan longsor.
- Worksite B2: Dua bodypack. Lokasi ini sebelumnya juga telah menghasilkan temuan pada hari-hari awal.
Proses Identifikasi yang Rumit dan Penuh Tenggang Rasa
Setiap bodypack yang dievakuasi segera diserahkan ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk menjalani proses identifikasi forensik yang cermat dan menyeluruh. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi dan waktu yang tidak sebentar, mengingat kondisi jenazah yang tidak lagi utuh.
"Ada 68 bodypack yang sudah teridentifikasi. Masih ada 21 bodypack lagi yang sedang dalam proses," jelas Ade. Ia menambahkan bahwa kompleksitas meningkat karena ditemukan bagian tubuh yang diduga berasal dari satu korban yang sama, sehingga perlu dicocokkan dengan data yang sudah ada.
Masa Tanggap Darurat dan Komitmen Tim SAR
Meskipun jumlah bodypack yang ditemukan (92) telah melampaui daftar awal warga yang dilaporkan hilang, operasi SAR tetap dilanjutkan dengan komitmen penuh. Hal ini mengingat korban bencana tidak hanya berasal dari warga sipil yang rumahnya tertimbun, tetapi juga melibatkan sekitar 23 prajurit Marinir yang menjadi korban saat sedang bertugas. Data awal perkiraan korban yang tertimbun mencapai sekitar 108 jiwa.
Ade menegaskan bahwa proses pencarian akan tetap berjalan sesuai prosedur hingga batas waktu yang ditetapkan. "Kami akan berpatokan pada masa tanggap darurat, yang berlangsung hingga 6 Februari 2026," tandasnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa upaya pencarian masih akan terus dilakukan dengan intensitas tinggi selama dua hari ke depan.