“SDN 2 Cigedug membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas dan halaman sekolah. Tanpa banyak slogan, mereka memilih menanam pohon, merawat lingkungan, dan menuai prestasi.”
LOCUSONLINE, GARUT – Di tengah maraknya slogan “peduli lingkungan” yang sering berhenti di baliho dan seminar, SDN 2 Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, justru memilih bekerja dalam diam. Sekolah dasar negeri ini kembali mencatat prestasi dengan meraih penghargaan Adiwiyata, sebagai bukti nyata pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi sekolah dalam membangun budaya hijau, bukan sekadar formalitas lomba atau proyek musiman.
Kepala SDN 2 Cigedug, Eli Latifah, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja panjang seluruh warga sekolah. Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan diraih secara instan, melainkan melalui proses yang melibatkan guru, siswa, hingga orang tua.
Selain Adiwiyata, Eli juga baru-baru ini menerima penghargaan Raksa Prasada dari Gubernur Jawa Barat, bersama dua sekolah lain di Kabupaten Garut.
“Penghargaan ini di bidang lingkungan hidup. Kemarin saya juga menerima Raksa Prasada dari Pak Gubernur,” ujar Eli, Selasa (4/2/2026).
Menurutnya, penilaian Adiwiyata tidak bisa diselesaikan hanya dengan membersihkan halaman saat tim penilai datang. Terdapat sedikitnya sebelas indikator yang harus dipenuhi, mulai dari kebersihan, penanaman dan perawatan tanaman, pengelolaan sampah, hingga dokumentasi dan administrasi program.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









