[Locusonline.co] Bandung– Kematian seorang pria warga negara Amerika Serikat di apartemen mewah di pusat Kota Bandung menggulirkan sebuah penyelidikan. Pria bernama Love Joren Moon (39), yang kerap disapa dengan inisial LJM, ditemukan tak bernyawa di unit kamar Apartemen Grand Asia Afrika pada Rabu (4/2/2026) siang.
Kronologi Penemuan: Dari Keterlambatan Check-out Hingga Petaka
Pukul 11.30 WIB pada hari yang sama, seorang pegawai apartemen mendapat panggilan dari pemilik unit. Penyewa kamar nomor 28 di Tower D, lantai 12 itu belum melakukan check-out meski batas waktunya telah tiba. Korban diketahui menyewa kamar secara mingguan dan sering memperpanjang masa sewa.
Saksi kemudian menuju ke kamar dan mengetuk pintu berulang kali, namun tak ada respons dari dalam. Setelah menunggu sekitar 10-15 menit tanpa hasil, atas arahan pemilik, saksi membuka pintu yang ternyata tidak terkunci.
Pemandangan pertama yang ia lihat adalah ruang tamu dalam keadaan “berantakan”. Saat memeriksa lebih dalam ke kamar tidur, ia menemukan jenazah pria asal Texas itu telah tergeletak di lantai, di samping tempat tidur, dalam posisi miring. Penjaga apartemen langsung melaporkan penemuan ini ke petugas keamanan, yang kemudian menghubungi Polsek Lengkong sekitar pukul 12.00 WIB.
Investigasi Kepolisian: Mengumpulkan Titik Terang
Polisi segera mendatangi lokasi, memasang garis polisi, dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Identifikasi dan Forensik (INAFIS) dari Satreskrim Polrestabes Bandung turun untuk melakukan penyelidikan.
Barang Bukti yang Diamankan:
- Identitas: Paspor korban yang menunjukkan identitas Love Joren Moon, kelahiran Texas, 12 Desember 1986, dengan alamat terakhir di N Bank St, Portland, Oregon, Amerika Serikat.
- Keterangan Medis: Dokumen rekam medis dan obat-obatan yang ditemukan di dalam kamar.
- Aset Pribadi: Sejumlah barang berharga milik korban. Polisi menyatakan tidak ada indikasi kehilangan barang berharga.
- Elektronik: Rekaman CCTV di sekitar apartemen sedang dikumpulkan dan dianalisis.
Keterangan Saksi dan Kondisi Korban:
- Korban terakhir kali terlihat hidup di area lobi apartemen pada Selasa, 3 Februari 2026.
- Kapolsek Lengkong, AKP Aldy Lazzuardy, menyatakan korban tinggal sendirian di unit tersebut dan tidak memiliki penjamin yang tercatat di Indonesia. Profesi korban juga masih belum diketahui.
- Berdasarkan kondisi jenazah, diperkirakan korban meninggal “belum lama” karena tubuhnya belum menunjukkan kekakuan yang signifikan.
Misteri Penyebab Kematian: Tunggu Hasil Autopsi
Penyebab kematian Love Joren Moon masih menjadi misteri dan menjadi fokus utama penyelidikan. Jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani autopsi dan pemeriksaan forensik lebih lanjut.
Kapolsek Aldy menegaskan bahwa seluruh kemungkinan masih terbuka. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada unsur pidana atau tidak,” ujarnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa polisi sedang menguji segala kemungkinan, mulai dari penyakit, kecelakaan, hingga tindak kriminal.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi untuk data keimigrasian korban dan sedang berupaya menghubungi keluarga di Amerika Serikat.
Lokasi Strategis di Jantung Sejarah Kota
Insiden ini terjadi di Apartemen Grand Asia Afrika yang terletak di Jalan Asia Afrika, kawasan yang sarat dengan nilai sejarah. Lokasinya hanya berjarak beberapa ratus meter dari Gedung Merdeka, tempat Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KAA) yang bersejarah berlangsung pada tahun 1955. Kawasan ini merupakan pusat kota yang ramai, penuh dengan hotel, perkantoran, dan aktivitas wisata.
Langkah Selanjutnya dan Imbauan
Investigasi masih terus berlangsung. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyebarkan informasi yang tidak valid sebelum ada pernyataan resmi dari pihak berwajih mengenai penyebab kematian.
Ringkasan Investigasi Sementara:
- Korban: Love Joren Moon (39), WNA Amerika Serikat.
- Lokasi: Kamar 28, Tower D Lantai 12, Apartemen Grand Asia Afrika, Bandung.
- Waktu: Ditemukan Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB.
- Kondisi: Tinggal sendirian, ruangan berantakan, tidak ada tanda kekerasan atau kehilangan barang berharga yang jelas.
- Status: Menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik untuk menentukan penyebab kematian.
Dengan melibatkan forensik, analisis CCTV, dan diplomasi antar negara, kasus ini menunjukkan kompleksitas penanganan insiden yang melibatkan warga asing. Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan petunjuk pertama yang krusial untuk mengungkap misteri di balik kematian pria asal Texas di jantung Kota Bandung ini. (**)














