[Locusonline.co] Bandung – Dalam rentang setahun terakhir, Kota Bandung dengan konsisten mengeksekusi sebuah strategi yang mengubah arena olahraga menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Melalui serangkaian acara lari berskala nasional seperti Bandung 10K, Pocari Sweat Run, Soekarno Run, QRIS Run, hingga Tahura Trail Run, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung secara sistematis mematri citra baru: "Kota Ternyaman dan Favorit Pelari" di Indonesia. Wali Kota Muhammad Farhan menjadi motor utama strategi sport tourism ini.
“Paling enak lari itu di Kota Bandung. Jalannya banyak pohon, sejuk. Ini yang bikin para pelari terus ingin ke Bandung,” ucap Farhan, merangkum daya tarik utama kota yang ia pimpin.
Dari Start ke Finish: Rangkaian Event yang Membangun Narasi
Pemkot Bandung tidak sekadar mengizinkan event lari, tetapi aktif berkolaborasi dan membangun narasi yang koheren di balik setiap acara. Setiap event dipilih dan didukung karena kontribusinya yang unik terhadap citra kota.
| Event Lari | Waktu | Jumlah Peserta | Fokus & Dampak Strategis |
|---|---|---|---|
| Bandung 10K | Maret 2025 | – | Penggerak Awal: Menegaskan komitmen sport tourism dan dampak ekonomi langsung pada hotel, fesyen, kuliner. |
| Pocari Sweat Run | 2025 | 46.435 (hybrid) | Pembuktian Skala: Menunjukkan kapasitas Bandung jadi tuan rumah event massal nasional. |
| Soekarno Run | 8 Juni 2025 | 6.601 | Pelekatan Sejarah & Identitas: Mengaitkan citra kota dengan nilai perjuangan dan warisan sejarah Bung Karno. |
| QRIS Run | Juli 2025 | – | Modernitas & Inovasi: Memadukan branding kota nyaman dengan adaptasi digital (pembayaran QRIS). |
| Tahura Trail Run | Jan 2026 | 2.883 | Ekspansi ke Alam: Memperluas pengalaman "lari di Bandung" ke wisata alam dan konservasi. |
Bagaimana Lari Menghidupkan Kota?
Strategi sport tourism ini didorong oleh kalkulasi ekonomi yang nyata. Farhan secara gamblang menyatakan tujuannya: "Meningkatkan okupansi hotel dan pendapatan masyarakat dari fesyen dan kuliner." Sebuah event lari besar bukan sekadar acara satu hari.
Ia menciptakan ekosistem ekonomi mikro yang melibatkan banyak sektor:
- Akomodasi: Peserta dari luar kota membutuhkan penginapan, meningkatkan occupancy rate hotel dan homestay.
- Kuliner: Peserta, pendukung, dan penonton berkontribusi pada restoran, kafe, dan usaha kuliner lokal.
- Ritel & Fesyen: Pembelian perlengkapan lari, merchandise event, dan oleh-oleh.
- Transportasi & Logistik: Penggunaan taksi, ride-hailing, dan jasa logistik untuk peralatan event.
- Pariwisata Tambahan: Peserta seringkali memperpanjang stay untuk berwisata di sekitar Bandung.
Dengan total puluhan ribu peserta dalam setahun, dampak ekonomi kumulatifnya sangat signifikan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan perputaran uang di kota.
Keunggulan Kompetitif: "Enakeun untuk Lari" sebagai Brand Kota
Farhan dengan cerdik mengidentifikasi dan mempromosikan keunggulan alamiah Bandung sebagai unique selling proposition (USP) utama: kenyamanan.