[Locusonline.co] Bandung– Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memulai pendekatan pembangunan yang lebih detail dengan memetakan permasalahan spesifik di tingkat kelurahan. Sasaran pertama adalah Kelurahan Samoja, dengan fokus utama pada penyelesaian genangan akibat limpasan drainase dari Jalan Lingkar Selatan dan perbaikan sistem penerangan jalan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan usai mengikuti Siskamling Siaga Bencana, Selasa (10/2), menyebut permasalahan di Samoja cukup "khas" karena berkaitan dengan aliran air dari jalan utama ke permukiman.
Fokus 1: Mengatasi Limpasan dan Genangan "Khas" dari Jalan Raya
Farhan menjelaskan bahwa masalah utama di Samoja bukanlah titik banjir besar, melainkan genangan dan limpasan air yang berulang dari Jalan Lingkar Selatan ke pemukiman warga. Karakter masalah ini berbeda dengan banjir sungai meluap dan memerlukan pendekatan teknis khusus.
“Bukan titik banjir yang besar, tapi seperti biasa ya, genangan ya, limpasan. Itu memang harus kita perbaiki. Terutama untuk memperbaiki sistem aliran,” ujar Farhan.
Hal ini mengindikasikan bahwa intervensi yang akan dilakukan lebih pada perbaikan saluran drainase sekunder, gorong-gorong, dan sistem pengaturan aliran air di tingkat permukiman agar limpasan dari jalan tol dapat dibuang dengan lancar, tidak menggenangi rumah warga.
Fokus 2: Perbaikan Penerangan Jalan sebagai Bagian dari Pelayanan Dasar
Selain drainase, Farhan langsung menugaskan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera menangani keluhan terkait penerangan jalan.
“Untuk PJL (Penerangan Jalan Lingkungan), PJG (Penerangan Jalan Gang), dan PJU (Penerangan Jalan Umum) itu kalau yang bisa diperbaiki langsung perbaiki. Bagian dari pelayanan dari Dishub,” perintahnya.