Garut

SAKIP dan ZI Award 2025: Puskesmas Cilawu Sabet Predikat WBK

suradigrt
×

SAKIP dan ZI Award 2025: Puskesmas Cilawu Sabet Predikat WBK

Sebarkan artikel ini
SAKIP dan ZI Award 2025, Puskesmas Cilawu Sabet Predikat WBK locusonline featured image Feb

Prestasi Bersejarah di Sektor Kesehatan Garut

[Locusonline.co] Pemerintah Kabupaten Garut kembali menorehkan pencapaian membanggakan di tingkat nasional. Melalui ajang SAKIP dan ZI Award 2025 yang diselenggarakan Kementerian PANRB secara virtual pada Rabu (11/2/2026), UPT Puskesmas Cilawu secara resmi dianugerahi predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang mengikuti acara dari Gedung Command Center, menyambut gembira capaian ini. Ia menegaskan bahwa predikat WBK bukan sekadar piala penghargaan, melainkan cerminan komitmen kolektif dalam membangun birokrasi yang bersih dan melayani.

tempat.co

“Kita berharap ke depan semakin banyak lagi unit kerja yang mengikuti jejak Puskesmas Cilawu. Ini adalah best practice yang patut dicontoh,” ujar Bupati.

Target Ambisius: 50% UKPP Masuk Zona Integritas pada 2029

Inspektur Daerah Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, memaparkan bahwa capaian ini merupakan bagian dari peta jalan reformasi birokrasi yang telah disusun secara sistematis. Dengan tambahan Puskesmas Cilawu, Kabupaten Garut kini memiliki dua unit berpredikat WBK, setelah sebelumnya Disdukcapil meraih penghargaan serupa.

Namun, pemerintah daerah tidak berhenti di sini. Target jangka menengah telah ditetapkan:

IndikatorTarget 2029Capaian Saat Ini
Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) berpredikat WBK/WBBM>50%2 unit (WBK)
Kenaikan Kelas PredikatDari WBK ke WBBMDalam proses

“Semua UKPP akan kita dorong untuk mengikuti penilaian KemenPANRB. Target kami, hingga 2029 lebih dari 50 persen unit pelayanan publik di Garut meraih predikat WBK, bahkan naik kelas menjadi WBBM,” tegas Didit.

Puskesmas Cilawu: Tiga Tahun Berproses, Akhirnya Lolos Nasional

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, mengungkapkan rasa bangga sekaligus haru. Menurutnya, Puskesmas Cilawu telah melalui proses panjang selama tiga tahun—mulai dari pembenahan internal, penguatan sistem, hingga penilaian ketat dari tim evaluator pusat.

Pencapaian ini sekaligus menjadi tonggak sejarah karena Puskesmas Cilawu merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama pertama di lingkungan Dinkes Garut yang berhasil meraih predikat WBK.

“Sebenarnya sudah beberapa puskesmas yang kami ajukan dan semua berproses. Alhamdulillah, kini Puskesmas Cilawu yang pertama lolos. Tahun depan kami targetkan RSUD dan beberapa puskesmas lain menyusul,” jelas dr. Leli.

Komitmen dari Garda Terdepan Pelayanan

Kepala UPT Puskesmas Cilawu, dr. Titi Sari, tidak menyembunyikan kebahagiaannya. Ia menyebut keberhasilan ini adalah buah dari kerja tim dan dukungan penuh pimpinan daerah.

“Kami melayani masyarakat, ingin meningkatkan mutu pelayanan, dan yang paling utama: mengedepankan nilai-nilai antikorupsi di setiap prosesnya. Ini komitmen kami,” ungkapnya.

Ia berharap predikat WBK ini tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam budaya kerja sehari-hari di Puskesmas Cilawu.

Mengapa Ini Penting bagi Masyarakat Garut?

Predikat WBK bukanlah sekadar label prestisius. Bagi masyarakat, capaian ini memiliki dampak konkret:

Pelayanan lebih cepat dan transparan — Tidak ada lagi pungutan liar atau praktik percaloan.
Kepastian hukum dan prosedur — Masyarakat mendapatkan hak layanan sesuai standar.
Pencegahan korupsi sistemik — Membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
Efek domino ke unit lain — Menjadi motivasi bagi SKPD dan puskesmas lain untuk berbenah.

Roadmap Menuju 2029: Dari WBK ke WBBM, dari Cilawu ke Seluruh Garut

Pemerintah Kabupaten Garut tidak ingin berpuas diri. Dengan target 50% UKPP masuk Zona Integritas pada 2029, langkah-langkah strategis telah disiapkan:

  1. Pendampingan intensif oleh Inspektorat dan Dinas Kesehatan terhadap puskesmas dan RSUD yang tengah mempersiapkan diri.
  2. Replikasi praktik baik dari Disdukcapil dan Puskesmas Cilawu ke unit pelayanan lainnya.
  3. Penguatan sistem pengaduan masyarakat sebagai bagian dari mekanisme kontrol.
  4. Peningkatan kapasitas SDM dalam penerapan SAKIP dan manajemen anti korupsi.

Garut Bergerak, Indonesia Emas 2045 Bukan Sekadar Mimpi

Tema besar yang diusung Kementerian PANRB—“Transformasi Akuntabilitas dan Integritas Menuju Indonesia Emas 2045”—bukanlah slogan kosong. Di Garut, transformasi itu sudah dimulai, dari ruang pelayanan Disdukcapil, dari meja konsultasi Puskesmas Cilawu, dan kini menyebar ke seluruh penjuru birokrasi. (SM/**)

Satu puskesmas berpredikat WBK hari ini adalah bukti bahwa birokrasi yang bersih, melayani, dan bebas korupsi bukan utopia. Itu sedang dan akan terus diwujudkan, satu unit kerja di satu waktu.

#GarutBersihMelayani #WBKPuskesmasCilawu #ZonaIntegritasGarut2029

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow