Kamis, 4 Juni 2026

Kasus Siswa SMPN 26 Bandung Tewas Diduga Akibat Perundungan, Pemkot Tegaskan Perang terhadap Bullying

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Senin, 16 Februari 2026 | 11:41 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Duka mendalam menyelimuti Kota Bandung. Meninggalnya ZAAQ, siswa SMPN 26 Bandung yang jasadnya ditemukan di kawasan eks Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/2) lalu, ternyata memiliki akar yang panjang dan menyayat hati. Di balik tragedi ini, terkuak fakta bahwa korban adalah anak yang terus-menerus menjadi sasaran perundungan, bahkan sebelum ia menginjakkan kaki di Kota Bandung.





Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, dalam pernyataan resminya, Senin (16/2), menegaskan sikap tegas pemerintah: "Perundungan dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi. Ini adalah tanggung jawab bersama." Ia pun langsung memerintahkan jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Pendidikan untuk bergerak cepat, tidak hanya menyelidiki akar masalah, tetapi juga melindungi keluarga korban dari stigmatisasi masyarakat.





Luka Lama yang Tak Kunjung Sembuh





Kunjungan duka yang dilakukan perwakilan Pemkot Bandung ke rumah keluarga di Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, membuka tabir kelam masa lalu ZAAQ. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar di kampung halamannya, almarhum diketahui kerap menjadi bulan-bulanan perundungan oleh anak-anak yang usianya lebih tua.





Khawatir akan keselamatan jiwa dan mentalnya, keluarga mengambil keputusan besar: memindahkan ZAAQ ke Kota Bandung. Mereka berharap, dengan lingkungan baru dan sekolah baru di SMPN 26 Bandung, anak mereka bisa memulai lembaran baru, terbebas dari teror masa lalu.





Namun, harapan itu kandas. Pelaku perundungan di Garut rupanya belum rela melepas "mangsanya". Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga menyebutkan, teror tidak berhenti. Pelaku terus melakukan intimidasi, bahkan hingga ke Bandung. Inilah yang diduga menjadi pemicu utama serangkaian peristiwa yang berujung pada tindak kekerasan fatal dan hilangnya nyawa ZAAQ.





"Anak ini lari dari perundungan di Garut dengan pindah ke Bandung, tapi ternyata pelaku masih mengejarnya. Ini bukan sekadar kenakalan remaja, ini sudah kejahatan terorganisir secara psikologis," ujar salah satu kerabat dekat keluarga yang enggan disebutkan namanya.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X