Kamis, 4 Juni 2026

Bandung Bangun Sistem Mitigasi dari Bawah Lewat Siskamling Siaga Bencana

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Selasa, 17 Februari 2026 | 08:58 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung mempertegas arah pembangunan berbasis ketangguhan masyarakat dengan mentransformasi program Warga Jaga Warga menjadi "Siskamling Siaga Bencana" . Ini adalah langkah strategis yang menempatkan warga sebagai garda terdepan dalam pencegahan risiko lingkungan, sekaligus menjadi salah satu manifestasi nyata capaian satu tahun Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, Agamis) . Program ini membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga memperkuat kesiapan sosial menghadapi ancaman bencana.





Transformasi ini lahir dari evaluasi lapangan setelah rangkaian kunjungan pemerintah ke 30 kecamatan sepanjang Agustus 2025. Dari situ terlihat jelas bahwa persoalan keamanan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari kesiapsiagaan menghadapi banjir, longsor, kebakaran, hingga persoalan sanitasi yang berpotensi menjadi krisis kesehatan masyarakat.





Dari Ronda Tradisional Menuju Deteksi Dini Berbasis Komunitas





Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pendekatan baru ini dirancang untuk menggeser pola penanganan dari reaktif menjadi preventif. Targetnya sederhana namun ambisius: risiko dikenali dan ditangani sebelum berkembang menjadi bencana.





"Saya akan keliling ke 151 kelurahan untuk memastikan kesiapan masyarakat menghadapi musim hujan. Kita lakukan pencegahan sebisa mungkin sebelum bencana terjadi," ujarnya pada September 2025 lalu.





Menurut Farhan, Siskamling Siaga Bencana bukan sekadar ronda keamanan tradisional yang hanya aktif pada malam hari. Sistem ini bekerja sebagai mekanisme deteksi dini berbasis komunitas yang aktif sepanjang hari. Pada pagi hari, warga bersama aparat memeriksa kondisi lingkungan seperti drainase, infrastruktur, dan potensi kerusakan fasilitas publik. Pada malam hari, fungsi pengawasan keamanan tetap berjalan guna menjaga stabilitas lingkungan.





"Kalau menunggu yang formal-formal, banyak hal tidak terurus. Maka kami bikin terobosan dengan melibatkan semua warga," kata Farhan.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X