Kamis, 4 Juni 2026

Bandung Perkuat Sistem Kebencanaan, BPBD Jadi Ujung Tombak

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Selasa, 17 Februari 2026 | 08:51 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Di tengah dinamika perkotaan yang semakin kompleks, ancaman bencana alam menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi Pemerintah Kota Bandung. Dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan, penguatan sistem kebencanaan menjadi salah satu pilar utama visi Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, Agamis) . Bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, Kota Bandung kini serius membangun suprastruktur kebencanaan yang tangguh, dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai ujung tombaknya.





Tonggak Sejarah: BPBD Bandung Resmi Terbentuk





Tonggak penting penguatan sistem kebencanaan Kota Bandung ditandai dengan pelantikan Kepala Pelaksana BPBD, Didi Ruswandi, oleh Wali Kota Muhammad Farhan pada Juli 2025. Kehadiran BPBD sebagai lembaga resmi menjadi jawaban atas kebutuhan akan koordinasi yang lebih cepat, tepat, dan terintegrasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk ancaman terbesar yang membayangi Bandung: Sesar Lembang.





Wali Kota Farhan menegaskan bahwa pembentukan BPBD bukanlah sekadar pembentukan institusi administratif. "Ini adalah penyiapan suprastruktur berupa sumber daya manusia dan kelembagaan yang mampu merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi," ujarnya.





Dengan adanya BPBD, penanggulangan bencana kini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pra-bencana (mitigasi dan kesiapsiagaan), tanggap darurat, hingga pasca-bencana (rehabilitasi dan rekonstruksi).





Mitigasi Struktural: Menggeser Paradigma, Membangun Daya Resap





Dalam menghadapi persoalan banjir perkotaan yang kerap melanda Bandung, BPBD bersama Pemkot Bandung melakukan lompatan strategis dengan menggeser pendekatan mitigasi. Tidak lagi hanya mengandalkan normalisasi sungai dan pengerukan, pemerintah kini memprioritaskan peningkatan daya resap tanah.





Beberapa capaian signifikan dalam mitigasi struktural sepanjang 2025:





ProgramTargetRealisasi (2025)Manfaat
Sumur Imbuhan Dalam (Deep Infiltration Well)100 unit78 titik terpasangMenyerap air hujan ke lapisan tanah dalam, mengurangi limpasan
Sumur Resapan Dangkal-4.500 unit tersebarMengatasi genangan di permukiman padat
Kolam Retensi-14 kolam beroperasiMenampung air sementara sebelum dialirkan
Penghijauan & Taman Tematik-Hutan kota & jalur hijau di Bandung UtaraMemperbaiki keseimbangan ekologis




Strategi ini menyasar langsung akar masalah banjir: air hujan yang tidak sempat meresap ke tanah. Dengan membangun infrastruktur resapan, air dipaksa "berhenti" dan "meresap" sebelum sempat menjadi genangan.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X