BandungEkonomi

BPS Kota Bandung Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Seluruh Pelaku Usaha Akan Didata

rakyatdemokrasi
×

BPS Kota Bandung Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Seluruh Pelaku Usaha Akan Didata

Sebarkan artikel ini
BPS Kota Bandung Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Seluruh Pelaku Usaha Akan Didata locusonline featured image Feb
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

[Locusonline.co] BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung memastikan kesiapan penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan berlangsung serentak di seluruh Indonesia mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Sensus yang digelar setiap sepuluh tahun sekali ini menjadi momen krusial dalam memotret kondisi riil perekonomian nasional, dari skala usaha raksasa hingga usaha mikro rumah tangga.

Hal ini mengemuka dalam dialog interaktif bertajuk “Ngobrol Santai SE2026: Data Ekonomi untuk Masa Depan” yang disiarkan melalui Radio Sonata, Kamis (19/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BPS untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan para pelaku usaha, sekaligus mengedukasi publik tentang pentingnya partisipasi dalam sensus.

tempat.co

Menyisir Seluruh Lapisan Usaha, Tak Ada yang Terlewat

Statistisi Ahli Madya BPS Kota Bandung, Vira Wahyuningrum, menegaskan bahwa sensus kali ini akan menjangkau seluruh pelaku ekonomi tanpa kecuali. “Mulai 1 Mei sampai 31 Juli 2026, petugas sensus akan turun langsung ke lapangan melakukan pendataan secara door-to-door. Semua pelaku usaha akan didatangi tanpa terkecuali,” ujar Vira.

Pendekatan menyeluruh ini bertujuan memastikan tidak ada aktivitas ekonomi yang terlewat dari radar statistik. Data yang terkumpul akan menjadi fondasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk Kota Bandung yang dikenal sebagai kota kreatif dengan dinamika usaha yang sangat beragam.

Terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

SE2026 tidak hanya menjadi agenda rutin sepuluh tahunan. Untuk pertama kalinya, sensus ini terintegrasi dengan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) . Integrasi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas basis data nasional, sehingga kebijakan yang diambil pemerintah lebih tepat sasaran dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Dengan data yang terstruktur dan terintegrasi, pemerintah dapat:

  • Memetakan potensi sektor unggulan di setiap daerah
  • Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi UMKM
  • Merancang strategi penguatan ekonomi daerah secara lebih terarah
  • Menyusun program bantuan sosial yang lebih akurat

Dua Metode Pendataan: CAWI untuk Usaha Besar, CAPI untuk UMKM

Dalam pelaksanaannya, BPS menerapkan pendekatan modern berbasis digital tanpa meninggalkan metode tatap muka. Dua metode utama yang digunakan:

MetodeSasaranMekanisme
CAWI (Computer Assisted Web Interviewing)Usaha besar dan perusahaanKuesioner dikirim via email, diisi mandiri. Petugas akan turun jika respons tidak optimal.
CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing)UMKM dan usaha rumah tanggaPetugas mendatangi lokasi, wawancara menggunakan perangkat digital, input data cepat dan minim error.

Pendekatan ini memastikan efisiensi dan akurasi data. Usaha besar dengan kompleksitas tinggi diberikan keleluasaan mengisi data secara mandiri, sementara UMKM yang mungkin tidak terbiasa dengan sistem digital tetap mendapatkan pendampingan langsung dari petugas.

Rekrutmen dan Pelatihan Petugas: Kunci Kualitas Data

Guna menjamin kualitas pelaksanaan, BPS Kota Bandung telah menyiapkan tahapan rekrutmen dan pelatihan petugas pada Maret hingga April 2026. Para petugas akan dibekali pemahaman mendalam mengenai:

  • Konsep dan definisi usaha (apa yang dimaksud dengan pelaku ekonomi, batasan usaha, dll.)
  • Metodologi sensus (teknik wawancara, penggunaan perangkat digital, alur pendataan)
  • Etika pendataan (menjaga kerahasiaan data, bersikap profesional di lapangan)

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BPS untuk menghadirkan data yang akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ajakan BPS: “Data yang Akurat Hari Ini, Fondasi Kebijakan Masa Depan”

Vira menegaskan bahwa keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha. “Data yang akurat hari ini akan menjadi fondasi kebijakan ekonomi di masa depan,” tuturnya.

BPS Kota Bandung mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dan memberikan data yang benar serta lengkap, baik melalui kunjungan langsung petugas maupun pengisian kuesioner secara daring.

Mengapa Partisipasi Anda Penting?

Manfaat Data SensusBagi PemerintahBagi Pelaku Usaha
Perencanaan KebijakanMenentukan sektor prioritas, alokasi anggaranMengetahui potensi pasar, arah pengembangan usaha
Program BantuanMenyalurkan subsidi tepat sasaranMendapatkan akses bantuan yang sesuai
InvestasiMenarik investor dengan data potensi daerahMenjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang terpetakan
Stabilitas EkonomiMenyusun strategi antisipasi krisisMendapatkan kepastian dan perlindungan usaha

Sensus Ekonomi 2026, Mencatat Denyut Ekonomi Bangsa

Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan administratif. Ini adalah upaya strategis untuk mencatat denyut ekonomi Indonesia—dari usaha sate pinggir jalan hingga pabrik tekstil raksasa. Kota Bandung, dengan segala dinamika kreatifnya, menjadi bagian penting dalam mozaik besar tersebut.

Dengan sistem digital yang modern, pendekatan door-to-door yang humanis, serta petugas yang terlatih, BPS optimistis SE2026 akan menghasilkan data presisi yang menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan. (**)

Bagi pelaku usaha di Kota Bandung, bersiaplah! Petugas sensus akan datang. Sambut mereka dengan data yang jujur dan lengkap. Karena masa depan ekonomi kita, dimulai dari data hari ini.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow