BANDUNG – Sebuah pemandangan memprihatinkan terjadi di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. 12 anggota keluarga terpaksa menghuni sebuah rumah yang kondisinya hampir roboh. Setiap kali hujan lebat turun, rasa cemas menyelimuti penghuni rumah. Kapan pun, rumah bisa runtuh.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Pemkab Bandung, Enjang Wahyudin, memastikan bahwa rumah tidak layak huni (rutilahu) tersebut sudah direncanakan untuk segera diperbaiki pada tahun ini.
“Sudah (masuk perencanaan untuk diperbaiki). Di tahun ini sudah masuk ke dalam progres pelaksanaan, ” kata dia ketika dikonfirmasi pada Jumat (3/4/2026).
Petugas Akan Turun Kembali untuk Finalisasi Persyaratan
Dalam waktu dekat, petugas akan kembali datang ke rumah tersebut. Tujuannya bukan untuk mendata ulang, melainkan untuk memastikan kelengkapan persyaratan agar perbaikan dapat dilakukan secepatnya.
“Datang lagi bukan untuk mendata, tapi meyakinkan dari sisi persyaratan bahwa ini betul rumah sendiri, ” ungkap Enjang.
850 Rutilahu di Kabupaten Bandung Segera Diperbaiki
Secara keseluruhan, total terdapat 850 unit rutilahu di Kabupaten Bandung yang akan segera diperbaiki. Dengan program ini, diharapkan jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Bandung dapat terus berkurang.
“Bulan Juli ya, kita menyiapkan 477 unit. Yang mau dilaksanakan sebenarnya tahun ini semuanya 850 unit. Iya, tapi per semester di bagi dua,” kata dia.
Kondisi Memprihatinkan: 12 Jiwa dalam Satu Atap
Sebelumnya, rumah tersebut dihuni oleh 12 anggota keluarga. Rumah hanya terdiri dari tiga ruangan tidur dengan ukuran yang tidak terlalu luas. Hanya satu ruangan yang memiliki tempat tidur dengan kondisi lusuh. Dua ruangan lainnya hanya beralaskan tikar.
Barang-barang rumah tangga dan dagangan pun berserakan karena hanya tersedia satu lemari untuk menyimpan barang, sehingga suasana terasa kumuh.
Bambu-bambu penyangga rumah sudah compang-camping di berbagai sisi. Beberapa bambu bahkan sudah tercerabut, membuat struktur rumah begitu rapuh.
Setiap malam saat hujan deras turun, penghuni rumah harus bergantian tidur karena khawatir rumah akan roboh sewaktu-waktu.
Dengan masuknya rumah ini dalam program perbaikan rutilahu tahun 2026, ada secercah harapan bagi 12 anggota keluarga tersebut. Mereka tidak perlu lagi hidup dalam ketakutan setiap kali hujan turun. Pemkab Bandung berkomitmen untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni, dan keluarga di Cileunyi ini menjadi prioritas. Semoga perbaikan segera terlaksana, sehingga mereka dapat tinggal dengan tenang dan layak. (**)














