Kamis, 4 Juni 2026

Dari Judi Online ke LHKPN: Skandal Internal Bank Syariah Indonesia Berbuntut Sorotan ke Pucuk Pimpinan

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Minggu, 22 Februari 2026 | 14:42 WIB


Kasus pembobolan dana nasabah oleh oknum pegawai Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Sabang kini semakin panas. Sorotan publik tak hanya tertuju pada pelaku, tetapi juga meluas ke Direktur Utama BSI yang ternyata memiliki harta kekayaan fantastis mencapai Rp 65,7 miliar.





[Locusonline.co] Publik dihebohkan dengan kasus pembobolan dana nasabah senilai Rp 1,4 miliar yang dilakukan oleh MIA, seorang Customer Service Representative BSI KCP Sabang 3. Aksi nekat yang berlangsung selama 11 April hingga 28 Mei 2025 ini menggunakan dana nasabah untuk kebutuhan pribadi dan judi online (judol).





Namun di tengah panasnya kasus tersebut, publik justru dibuat terbelalak dengan laporan harta kekayaan Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, yang tercatat di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Angka fantastis itu memicu pertanyaan: di saat pegawai nekat korupsi demi judol, bagaimana dengan pengawasan dari pucuk pimpinan?





Profil Anggoro Eko Cahyo: Dari BPJS Ketenagakerjaan ke Kursi Dirut BSI





-




Anggoro Eko Cahyo resmi menjabat sebagai Direktur Utama BSI sejak Mei 2025, menggantikan posisi strategis di bank syariah terbesar di Indonesia. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan sejak 2021.





Kariernya yang cemerlang di dua institusi besar negara tentu membawa konsekuensi pada pelaporan harta kekayaan. Sebagai pejabat publik, Anggoro rutin melaporkan kekayaannya ke KPK melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).





Rincian Harta Kekayaan Dirut BSI: Rp 65,7 Miliar





Berdasarkan laman resmi elhkpn.kpk.go.id, harta kekayaan Anggoro Eko Cahyo mencapai angka fantastis: Rp 65.782.567.773 (Rp 65,7 miliar). Berikut rinciannya:





1. Tanah dan Bangunan: Rp 33,2 Miliar





Mayoritas kekayaan Anggoro berada di sektor properti, tersebar di berbagai daerah dengan total nilai Rp 33,2 miliar. Sayangnya, detail lokasi tidak diungkap dalam laporan publik.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X