Pertanyaan jaksa berfokus pada transparansi, alur transaksi, serta relasi antarentitas.
Jawaban para saksi menekankan bahwa struktur tersebut merupakan bagian dari program insentif yang telah diungkap dalam prospektus dan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
Di ruang sidang, angka-angka miliaran saham dan yurisdiksi luar negeri terdengar mencolok. Namun hukum tidak bekerja berdasarkan kesan, melainkan pembuktian.
Apakah entitas Cayman tersebut berkaitan langsung dengan dugaan korupsi pengadaan Chromebook? Ataukah sekadar bagian dari struktur korporasi yang kebetulan ikut disebut karena nama-nama yang bersinggungan? Itu yang akan diuji melalui proses persidangan.
Satu hal yang pasti bahwa ketika perkara publik menyentuh perusahaan teknologi raksasa dan struktur globalnya, ruang sidang bisa berubah menjadi kelas singkat tentang keuangan internasional.
Dan di tengah istilah SPV, ESOP, LTIP, serta vesting, publik menunggu satu hal yang lebih sederhana yaitu kejelasan, bukan sekadar jargon.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










