- Sebagian Bali
- Kalimantan Timur bagian utara
- Sebagian Sulawesi Selatan
- Sebagian Nusa Tenggara
- Sebagian Papua Tengah
- Sebagian Nusa Tenggara Timur
- Sebagian Papua bagian tengah
Jadi meski indeksnya mulai jinak, awannya belum tentu ikut kompromi.
Baca Juga : Musim Hujan Belum Pamit, BPBD Garut: Jangan Nekat Bangun di Lereng Curam Lalu Salahkan Cuaca
Sementara itu, anomali suhu muka laut di Samudra Hindia menunjukkan indeks IOD berada di angka +0,4 atau dalam kondisi netral. Pada Maret, indeks diperkirakan bergerak ke fase negatif, sebelum kembali netral hingga pertengahan 2026.
Ketika IOD berada di fase negatif, aliran massa udara dari Samudra Hindia menuju Indonesia bagian barat meningkat. Dampaknya? Potensi hujan tinggi hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah, termasuk:
- Sebagian Banten bagian selatan
- Sebagian Jawa Barat
- Sebagian Jawa Tengah
- Sebagian Jawa Timur
- Kalimantan Barat bagian utara
Singkatnya, barat Indonesia berpotensi kebagian “jatah basah” lebih dulu.
Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa musim hujan di sejumlah wilayah khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diperkirakan berakhir sekitar Februari hingga Maret.
Memasuki April hingga September, wilayah tersebut diproyeksikan masuk musim kemarau. Hujan diperkirakan kembali hadir pada Oktober.
BMKG juga memprediksi fenomena La Niña yang terjadi saat ini tidak akan berkembang menjadi kuat. Berdasarkan pemantauan di wilayah Nino 3.4, La Niña diperkirakan terus melemah hingga Maret, lalu kondisi iklim berangsur normal mulai April hingga akhir tahun.
Dalam fase normal itu, tidak ada dominasi El Niño maupun La Niña. Secara teori, pola cuaca akan kembali stabil.
Meski proyeksi menunjukkan kondisi netral, BMKG tetap mengingatkan bahwa dinamika atmosfer dan laut bersifat fluktuatif. Perubahan kecil pada suhu laut dapat berdampak pada distribusi hujan di berbagai wilayah.
Status “netral” bukan berarti cuaca auto santuy. Transisi musim justru sering jadi periode rawan kejutan.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










