Kamis, 4 Juni 2026

Langkah Berani Bandung: Jajanan Tinggi Gula, Garam, dan Lemak Dibatasi di Lingkungan Sekolah

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Kamis, 26 Februari 2026 | 06:06 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi meluncurkan sebuah gebrakan kebijakan yang akan mengubah wajah kantin dan jajanan anak sekolah. Melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Ekosistem Pangan Sehat di Lingkungan Sekolah, Bandung menjadi salah satu kota pelopor dalam membatasi konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL) sejak usia dini.





Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk keberpihakan nyata pemerintah terhadap masa depan anak-anak. Bukan hanya prestasi akademik, kesehatan fisik juga menjadi fondasi utama generasi penerus.





"Peraturan Wali Kota ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk memastikan sekolah menjadi ruang yang aman. Bukan hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga dari pangan yang dikonsumsi setiap hari. Ini langkah strategis mencegah penyakit tidak menular sejak dini, " ujar Farhan.





Perang Melawan Penyakit Kronis Dimulai dari Kantin Sekolah





Latar belakang kebijakan ini sangat jelas: tingginya prevalensi penyakit tidak menular (PTM) seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung yang kini mulai mengincar kelompok usia muda. Kebiasaan konsumsi jajanan tinggi gula, garam, dan lemak yang tidak terkontrol menjadi biang keladinya.





Melalui Perwal ini, Pemkot Bandung menata ulang ekosistem pangan di sekolah dengan beberapa poin krusial:





AspekKetentuan
Standar KantinKantin wajib menyediakan makanan yang aman, higienis, dan bergizi.
Pembatasan JajananPenjualan jajanan tinggi GGL dibatasi.
LaranganBahan pangan berbahaya dilarang beredar di lingkungan sekolah.
Peran AktifSekolah, pedagang, dan orang tua bertanggung jawab bersama.
Edukasi GiziPendidikan gizi dan gaya hidup sehat terintegrasi dalam kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
PemantauanPengawasan partisipatif oleh komite sekolah, guru, orang tua, dan siswa.




Dimulai dari 5 Sekolah Percontohan, Menuju Seluruh Bandung





Implementasi ekosistem pangan sehat ini tidak dilakukan secara terburu-buru. Pemkot Bandung memulainya dari lima sekolah dasar percontohan. Dari sini, diharapkan lahir model, pembelajaran, dan gerakan bersama yang pada akhirnya bisa menjangkau seluruh sekolah di Kota Bandung.





"Pembiasaan pola makan sehat sejak usia dini akan membentuk gaya hidup hingga dewasa, bahkan berdampak pada keluarga dan lingkungan sekitar," tambah Farhan.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X