Kamis, 4 Juni 2026

Kontroversi LPDP, Wali Kota Bandung Farhan: Jangan Gigit Tangan yang Menyuapi Kita

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Jumat, 27 Februari 2026 | 09:09 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Polemik terkait kewajiban pengabdian penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menuai sorotan dari berbagai kalangan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, angkat bicara menanggapi kegaduhan yang terjadi, mengingatkan semua pihak untuk bijak dalam bermedia sosial dan tidak melupakan esensi dari beasiswa negara.





"Saya melihatnya bukan masalah nasionalisme. Saya melihatnya itu akibat kalau kita tidak cukup bijak dalam memanfaatkan kebebasan berekspresi melalui sosial media," ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (25/2/2026).





Pernyataan ini disampaikan Farhan merespons ramainya perdebatan di ruang publik terkait sejumlah penerima beasiswa LPDP yang diduga mangkir dari kewajiban kembali dan mengabdi di Indonesia. Menurutnya, di tengah fokus pemerintah dan masyarakat menghadapi berbagai persoalan strategis, munculnya pernyataan kontroversial justru memicu kegaduhan yang tidak perlu.





Pengalaman Langsung Bertemu Penerima LPDP





Farhan mengaku memiliki pengalaman langsung berinteraksi dengan para mahasiswa penerima LPDP ketika dirinya masih menjabat sebagai anggota Komisi I DPR RI. Setiap kali melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, ia menyempatkan diri bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi.





"Rata-rata mereka bilang tujuan mereka ke LPDP adalah menambah ilmu dan tujuannya untuk kembali lagi pulang ke Indonesia," katanya.





Berdasarkan pengalaman tersebut, Farhan meyakini bahwa semangat untuk kembali dan membangun negeri sejatinya masih kuat di kalangan awardee. Ia berharap semangat ini tetap dijaga, mengingat beasiswa negara merupakan bentuk kepercayaan sekaligus investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa.





Jangan Ulangi Tragedi Masa Lalu





Farhan mengingatkan agar tidak terulang kisah tragis seperti yang tergambar dalam film "Surat dari Praha". Film tersebut bercerita tentang mahasiswa Indonesia di luar negeri yang tidak bisa kembali ke tanah air akibat situasi politik pada masanya.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X