Bandung

Proyek Rusunami Sadang Serang: Target 800 Unit, Cicilan Rp1,5 Juta, dan Status HGB 30 Tahun

rakyatdemokrasi
×

Proyek Rusunami Sadang Serang: Target 800 Unit, Cicilan Rp1,5 Juta, dan Status HGB 30 Tahun

Sebarkan artikel ini
Kabar Baik Warga Bandung! Rusunami Sadang Serang Siap Tampung 800 Keluarga locusonline featured image Feb 2026 a
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

[Locusonline.co] BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung semakin mematangkan rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di kawasan Sadang Serang. Proyek ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi warga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), untuk memiliki hunian layak dengan skema kepemilikan yang jelas dan cicilan terjangkau.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa proyek ini berbeda dengan rumah susun sewa (rusunawa). Rusunami Sadang Serang akan menggunakan skema kepemilikan dengan Hak Guna Bangunan (HGB) selama 30 tahun.

tempat.co

“Rusunami yang ada di Sadang Serang itu, tujuan utamanya adalah memberikan kesempatan ke semua warga untuk memiliki tempat tinggal. Di dalamnya ada aturan HGB selama 30 tahun,” ujar Farhan saat diwawancarai di Pendopo Kota Bandung, Rabu (25/2/2026).

Cicilan Ringan: Rp1,5–2 Juta per Bulan

Salah satu daya tarik utama proyek ini adalah skema pembiayaan yang dirancang agar tidak membebani masyarakat. Pemkot Bandung tengah mengupayakan dukungan subsidi dari pemerintah pusat sehingga cicilan per bulan tetap terjangkau.

“Harganya akan diupayakan dengan bantuan subsidi keuangan sehingga dengan cicilan kurang sekitar antara Rp1,5 sampai Rp2 juta per bulan. Itu bisa lunas dan dimiliki selama 30 tahun,” jelas Farhan.

Dengan skema ini, dalam kurun waktu tiga dekade, warga akan memiliki hak penuh atas unit hunian mereka, sebuah peluang yang selama ini sulit dijangkau oleh MBR di tengah tingginya harga properti di Kota Bandung.

Target 800 Unit, Sesuai Aturan Kawasan Bandung Utara

Terkait kapasitas, Farhan memastikan bahwa proyek ini akan dibangun minimal 800 unit hunian. Angka ini merupakan penyesuaian dari target awal yang sempat menyentuh 1.000 hingga 1.200 unit.

“Memadai harus bisa menampung paling tidak 800 unit. Selebihnya nanti kita lihat lagi karena itu masuk wilayah Bandung Utara, ” tuturnya.

Kawasan Bandung Utara memiliki regulasi tata ruang yang ketat. Pembangunan di wilayah ini harus memperhatikan:

  • Koefisien Dasar Bangunan (KDB) – Luas tapak bangunan yang boleh didirikan.
  • Koefisien Lantai Bangunan (KLB) – Intensitas lantai yang bisa dibangun.
  • Koefisien Dasar Hijau (KDH) – Luas area hijau yang wajib dipertahankan.

Pemkot Bandung berkomitmen untuk memastikan seluruh ketentuan tersebut dipenuhi, sehingga proyek tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan selaras dengan tata ruang kota.

Tahapan Proyek: Status Lahan dan Tata Ruang Jadi Fokus

Saat ini, progres pembangunan masih dalam tahap penguatan status lahan dan penyesuaian tata ruang. Perhitungan pembiayaan juga masih menunggu finalisasi desain dan skema pendanaan dari pemerintah pusat.

“Sekarang perkembangannya kita secara status sedang kita kuatkan dulu. Secara tata ruang sedang kita pastikan dulu. Nanti hitung-hitungan masalah pembiayaan itu sedang menunggu perhitungan,” kata Farhan.

Ia menambahkan, aspek teknis seperti desain gedung sebenarnya dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, pemerintah tidak ingin terburu-buru.

“Kalau mendesain gedung, mungkin dua minggu beres. Tetapi kita harus pastikan semua sesuai aturan, ” ujarnya.

Kolaborasi Pusat-Daerah, Skema Diumumkan Akhir Februari

Proyek Rusunami Sadang Serang merupakan bagian dari kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penyediaan hunian bagi MBR. Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, telah meninjau langsung lokasi rencana pembangunan.

Menteri menjanjikan bahwa kejelasan skema program, termasuk mekanisme subsidi dan pembiayaan, akan diumumkan pada akhir Februari 2026. Pemkot Bandung berharap dapat memperoleh alokasi sekitar 1.000 unit rumah subsidi dari pemerintah pusat, tidak hanya di Sadang Serang tetapi juga di lokasi potensial lain seperti kawasan Bandung Timur.

Harapan Baru Hunian Layak di Kota Bandung

Proyek Rusunami Sadang Serang menjadi angin segar bagi warga Bandung yang selama ini bermimpi memiliki rumah sendiri namun terkendala harga. Dengan skema HGB 30 tahun, cicilan terjangkau, dan lokasi strategis, proyek ini berpotensi menjadi model penyediaan hunian vertikal yang inklusif dan berkelanjutan.

Kini, masyarakat tinggal menanti kepastian skema dari pemerintah pusat dan percepatan penyelesaian aspek tata ruang oleh Pemkot Bandung. Jika semua berjalan lancar, 800 unit hunian di Sadang Serang akan segera menjadi kenyataan. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow