LOCUSONLINE, GARUT – Menjelang Idulfitri, wajah perkotaan Garut biasanya berubah, trotoar jadi etalase, bahu jalan jadi lapak, dan kemacetan datang lebih cepat dari azan magrib. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Garut mencoba jurus berbeda. Pedagang kaki lima (PKL) musiman yang biasa “menguasai” ruang terlarang kini disiapkan lokasi khusus agar roda ekonomi tetap berputar tanpa membuat jalan raya ikut berjualan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Garut, Ridwan Efendy, menyatakan pemerintah daerah telah menyiapkan tempat relokasi bagi pedagang musiman yang kerap memanfaatkan bahu hingga badan jalan sebagai lapak sementara.
Menurut Ridwan, fenomena membludaknya PKL saat Ramadhan hingga menjelang Lebaran sudah menjadi pola tahunan. Untuk itu, pemerintah menyediakan ruang berjualan di lantai dua Garut Plaza, Jalan Guntur. Lokasi tersebut dipilih sebagai alternatif yang dinilai lebih tertib, meski daya tampungnya terbatas.
Baca Juga : Oknum Polres Garut Diduga Minta “Duit” Ke Warga Hingga Rp. 30 Jt?
Kuota yang disiapkan sebanyak 200 lapak. Pedagang musiman yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui Disperindag Garut. Proses pendaftaran telah dibuka dan dilakukan melalui petugas yang ditunjuk.
“Kami mempersilakan bagi pedagang musiman, khususnya selama Ramadhan, untuk menghubungi staf kami di Disperindag agar dapat didaftarkan,” ujar Ridwan.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi penataan kawasan pusat kota agar tetap nyaman dan aman bagi masyarakat. Pemerintah daerah juga menjadwalkan pelaksanaan bazar Ramadhan pada akhir bulan ini sebagai bagian dari upaya mengakomodasi aktivitas ekonomi musiman.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











